Masalah lain yang mengintai adalah pemadaman listrik. Meski sejumlah pejabat Texas berjanji jaringan listrik mereka sudah lebih tangguh dibanding lima tahun silam, kenyataannya jaringan itu kembali kolaps. Akibatnya, ratusan ribu rumah gelap.
Berdasarkan data poweroutage.us, lebih dari 180.000 pelanggan mengalami blackout hingga Minggu pagi. Sekitar 45.000 di antaranya berada di Texas, dan sekitar 67.000 lagi di negara bagian tetangganya, Louisiana.
Menyikapi situasi ini, Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mendesak warganya untuk berhati-hati.
"Bersikap bijak, tetap di rumah jika memungkinkan," ujarnya dari markas FEMA di Washington.
"Jaga anggota keluarga Anda, periksa tetangga Anda, dan terus bekerja sama dengan pejabat setempat."
Sementara itu, dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump menyatakan terus memantau perkembangan badai di semua negara bagian yang terdampak.
"Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat!," tulisnya di Truth Social.
Badai ini jelas belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Warga di seantero AS hanya bisa bersiap dan berharap yang terbaik, sementara langit masih kelabu dan angin dingin terus menderu.
Artikel Terkait
Korlantas dan Kemenhub Gelar Doa Bersama Jelang Operasi Ketupat 2026
Pemimpin Baru Iran Tegaskan Komitmen Balas Dendam ke AS dan Israel
Polisi Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak
Pemerintah Kaji Opsi Penghematan BBM Antisipasi Dampak Geopolitik