Pemerintah Inggris, bisa dibilang, sedang geram. Pemicunya? Komentar terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa tentara NATO termasuk Inggris tidak bertempur di garis depan Afghanistan. Pernyataan ini langsung memantik reaksi keras dari London.
Menurut sejumlah saksi, komentar itu dilontarkan Trump saat wawancara dengan Fox News, Kamis lalu. Yang bikin kesal, Trump seolah lupa atau tak menyadari satu fakta pahit: 457 tentara Inggris justru gugur dalam pertempuran di Afghanistan. Mereka tewas setelah Amerika Serikat diserang pada 11 September.
"Mereka akan bilang mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan," ujar Trump.
"Memang benar, mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan," tambahnya tanpa beban.
Artikel Terkait
Gubernur Andra Soni Tinjau Banjir Tangerang Naik Perahu Karet
Longsor Cisarua: 23 Prajurit TNI Dikabarkan Hilang, Pencarian Terkendala Cuaca
Polisi Amankan Empat Pria dan Sita Lebih dari Satu Kilogram Ganja di Tanjung Priok
Begal Panjat Atap Rumah Usai Jambret Kalung di Tambora