Pihak SPPG dari Yayasan Amanah Permas Agung akhirnya angkat bicara. Rasudin, Kepala SPPG, mengakui ada kelalaian. Sekitar 15 kilogram telur mentah ternyata terkirim ke sekolah.
"Sekitar 15 kilogram," katanya.
Dia menegaskan ini bukan kesengajaan. Ceritanya, posisi telur mentah dan matang di dapur berdekatan. Saat proses pengemasan berlangsung cepat, keduanya tercampur. "Ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian dalam proses kerja," jelas Rasudin.
Sebagai langkah perbaikan, dia berjanji akan memperketat pengawasan. Kedisiplinan petugas dapur, terutama soal standar kebersihan dan keamanan pangan, harus ditingkatkan.
"Setiap tahapan harus dicek berulang kali. Kalau semua dijalankan sesuai prosedur, kejadian seperti ini bisa dihindari," pungkasnya.
Namun begitu, janji perbaikan itu tentu harus dibuktikan. Para orang tua dan siswa pasti berharap kejadian telur mentah atau sayur berbelatung ini yang terakhir. Mereka butuh kepastian, bukan sekadar penjelasan.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing