Dialog pun berlanjut ke kebutuhan mendesak. Saat ditanya, Ramiannum menyebutkan sederet barang yang rusak atau hilang. Situasinya cukup pelik.
“Kalau kami, Pak, masih banyak yang kurang. Mebel hancur semua, komputer, laptop, dan juga loudspeaker,” ungkapnya tanpa basa-basi.
Mendengar keluhan itu, respons Tito langsung terlihat. Ia berjanji akan mengoordinasikan kebutuhan tersebut. Rencananya, ia akan berdiskusi dengan Pemda dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
“Nanti akan kami pikirkan bersama Pak Gubernur, Pak Bupati, dan akan saya sampaikan ke Mendikdasmen,” janjinya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Tito menyemangati seluruh pihak di sekolah. Ia meminta mereka untuk tetap tabah dan optimis. Targetnya jelas: mempercepat perbaikan agar normalitas segera kembali.
“Sabar, tetap semangat ya, Bu. Kita usahakan secepat mungkin,” pungkasnya memberi harapan.
Dalam kunjungan kerja kali ini, Tito tidak sendirian. Ia didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menunjukkan keseriusan penanganan pascabencana di tingkat daerah.
Artikel Terkait
Satgas Pangan Lubuk Linggau Amankan Mie Berformalin dan Awasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait, Garda Nasional Tembak Jatuh Delapan Drone
Pemerintah Utamakan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Situasi Dinamis Timur Tengah
Rumah Kosong di Bogor Ambruk Usai Hujan Deras, Tak Ada Korban Jiwa