Baginya, momentum ini malah harus dimanfaatkan. Keluarnya AS dari panggung global kesehatan bisa jadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi di jalur lain.
"Indonesia perlu menjadikan keluarnya AS ini sebagai momentum, guna saling memperkuat kerjasama kesehatan di tingkat ASEAN, GNB, dan Kerjasama Selatan-Selatan," tutur Rezasyah.
Dia meyakini Indonesia punya ketahanan yang cukup. Tapi, ada pekerjaan rumah yang menunggu.
"Justru saat inilah Presiden Prabowo perlu membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi di banyak bidang. Hasil efisiensi tersebut sangat tepat jika ditujukan ke sektor kesehatan," imbuhnya.
Jadi, meski langkah AS ini menimbulkan gejolak, bukan berarti akhir dari segalanya. Bisa jadi ini awal dari sebuah tatanan baru, di mana negara-negara lain, termasuk Indonesia, ditantang untuk lebih mandiri dan lincah mencari sekutu. Tantangannya nyata, tapi peluangnya juga terbuka lebar.
Artikel Terkait
Oknum Petugas di Pelabuhan Ciwandan Diduga Jual Tiket dengan Harga Lebih Mahal
Manchester United Kukuhkan Posisi Ketiga Usai Tundukkan Aston Villa 3-1
Menhub Sebut Antrean Truk di Bandar Bakau Jaya Bagian dari Strategi Urai Kepadatan Merak
BRIN dan Agrinas Palma Jalin Kerja Sama Dongkrak Riset Sawit Berkelanjutan