Baginya, momentum ini malah harus dimanfaatkan. Keluarnya AS dari panggung global kesehatan bisa jadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi di jalur lain.
"Indonesia perlu menjadikan keluarnya AS ini sebagai momentum, guna saling memperkuat kerjasama kesehatan di tingkat ASEAN, GNB, dan Kerjasama Selatan-Selatan," tutur Rezasyah.
Dia meyakini Indonesia punya ketahanan yang cukup. Tapi, ada pekerjaan rumah yang menunggu.
"Justru saat inilah Presiden Prabowo perlu membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi di banyak bidang. Hasil efisiensi tersebut sangat tepat jika ditujukan ke sektor kesehatan," imbuhnya.
Jadi, meski langkah AS ini menimbulkan gejolak, bukan berarti akhir dari segalanya. Bisa jadi ini awal dari sebuah tatanan baru, di mana negara-negara lain, termasuk Indonesia, ditantang untuk lebih mandiri dan lincah mencari sekutu. Tantangannya nyata, tapi peluangnya juga terbuka lebar.
Artikel Terkait
Sopir Angkot Bogor Serahkan Diri Usai Tabrak dan Seret Pejalan Kaki 200 Meter
Kapolri Goyang Pucuk Pimpinan, Sejumlah Kapolda Berganti Wajah
97 Negara Bisa Langsung Masuk Indonesia, Cukup Urus Visa di Bandara
Domino Mutasi Polri: Kapolda Sumsel hingga Kadiv Humas Berganti Wajah