Nyatanya, kekhawatiran mereka beralasan. Curah hujan tinggi telah membanjiri sejumlah titik. Menurut catatan BPBD, genangan muncul di beberapa kecamatan seperti Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 30 cm sampai yang paling parah 80 sentimeter. Aktivitas warga pun lumpuh, lalu lintas kacau balau.
Menyikapi hal ini, tim gabungan langsung bergerak. Petugas dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, hingga aparat wilayah turun ke lapangan. Tugas mereka beragam: menangani genangan, mengatur pintu air, sekaligus memantau naik-turunnya debit sungai. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, kewaspadaan tidak boleh kendur. Ancaman banjir susulan masih mengintai, apalagi jika hujan deras datang lagi.
Mahdiar kembali menegaskan pesannya.
Suasana di Tangerang masih tegang. Semua mata tertuju pada langit dan aliran sungai, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Kekhawatiran ART Berujung Temuan Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah
Prabowo dan Macron Gelar Jamuan Pribadi di Élysée Usai WEF
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Dharmawangsa
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Jakarta Selatan