"Tapi ini tetap harus dilakukan."
Bagi Pramono, normalisasi adalah pilar utama penanganan banjir yang komprehensif. Ia menegaskan bahwa Jakarta tidak bisa selamanya bergantung pada solusi instan. Operasi Modifikasi Cuaca atau pengerukan rutin itu penting, tapi sifatnya jangka pendek.
"Ada yang jangka pendek seperti pengerukan dan modifikasi cuaca," jelasnya. "Ada yang jangka menengah dan panjang seperti normalisasi sungai."
Kasus Kali Cakung Lama, misalnya, cukup menggambarkan urgensi masalah ini. Setelah ditelusuri, ditemukan adanya penyempitan atau "bottleneck" yang parah di sana. Sungai yang dulu lebarnya bisa mencapai 15-20 meter, kini menyusut drastis hingga hanya sekitar 2 meter di titik tertentu.
Kondisi itu jelas memperburuk genangan di Jakarta Utara saat hujan turun.
"Itu menjadi salah satu penyebab banjir dan harus segera kita tangani," tegas Pramono. Normalisasi, bagaimanapun rumitnya, adalah jalan yang harus ditempuh.
Artikel Terkait
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen
Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Berformalin di Boyolali Sejak 2019
Diva Stradivaryan, Adik Vidi Aldiano, Pilih Jalan sebagai Ilmuwan Pertanian Organik