Jakarta Siagakan Ratusan Pompa dan Ribuan Pasukan Biru Antisipasi Banjir Ekstrem

- Jumat, 23 Januari 2026 | 07:55 WIB
Jakarta Siagakan Ratusan Pompa dan Ribuan Pasukan Biru Antisipasi Banjir Ekstrem

Hujan deras mengguyur Jakarta sejak kemarin. Tak tanggung-tanggung, intensitasnya bahkan masuk kategori ekstrem. Akibatnya, sejumlah titik di ibu kota mulai terendam. Menghadapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI langsung mengerahkan seluruh armada pompa air yang dimilikinya.

Baik yang permanen maupun yang bisa dipindah-pindah, semua dikerahkan ke lokasi-lokasi yang terdampak. Tujuannya jelas: menurunkan genangan air secepat mungkin.

“Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen,” jelas Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI, Nugraharyadi, Jumat (23/1/2026).

Menurut data yang ada, jumlahnya cukup signifikan. Pompa stasioner berjumlah 668 unit, tersebar di 243 titik. Sementara itu, ada 536 unit pompa mobile yang siap meluncur ke lima wilayah administratif Jakarta. Upaya mitigasi ini diharapkan bisa efektif menangani genangan akibat cuaca ekstrem.

Namun begitu, pompa bukanlah satu-satunya andalan. Dinas SDA juga punya pasukan khusus.

“Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir,” tambah Nugraharyadi.

Pasukan ini terutama disiapkan untuk mengantisipasi banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta. Mereka akan bergerak jika situasi mengharuskan.

Di sisi lain, masyarakat pun diminta untuk tidak tinggal diam. Kewaspadaan harus ditingkatkan. Warga diimbau untuk berhati-hati dan memantau perkembangan ketinggian air secara mandiri.

Caranya bisa melalui situs web resmi atau lewat aplikasi JAKI. Jika menemui kondisi darurat, hubungi saja nomor 112. Informasi itu penting agar bantuan bisa tepat sasaran dan cepat.

Peringatan dini sebenarnya sudah lebih dulu dikeluarkan oleh BPBD DKI. Mereka memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat akan terjadi pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada dua hari pertama, yaitu 22 dan 23 Januari.

Cuaca seperti ini, tentu saja, berisiko tinggi. Dampak hidrometeorologi seperti genangan dalam hingga banjir sangat mungkin melanda beberapa wilayah. Jakarta bersiap, dan warganya diharapkan ikut waspada.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar