BNN dan Singapura Sepakat Kejar Harta Haram Sindikat Narkoba

- Kamis, 22 Januari 2026 | 23:05 WIB
BNN dan Singapura Sepakat Kejar Harta Haram Sindikat Narkoba

Di sisi lain, pihak Singapura tak cuma mengangguk. Mereka mendorong kolaborasi yang lebih nyata, lebih operasional. Misalnya dengan pelaksanaan operasi bersama untuk menangani bandar yang diduga memindahkan asetnya ke Singapura. Mereka juga mengaku sering menghadapi kendala.

Tantangan terbesar, kata mereka, adalah ketika tindak pidana awalnya terjadi di negara lain. Situasi seperti ini bikin penelusuran dana jadi rumit, apalagi tanpa dukungan konkret dari negara asal pelaku. Makanya, CNB menekankan betapa pentingnya kolaborasi aktif dari Indonesia, terutama dalam hal pembuktian dan pelacakan aliran dana yang melintasi batas negara. Mereka bahkan mengajak BNN untuk kerja sama peningkatan kapasitas, lewat pelatihan bersama atau kunjungan langsung antar lembaga.

Pembicaraan juga menyentuh soal keamanan perbatasan. Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur laut sibuk itu, masih jadi titik rawan. Modus penyelundupan klasik seperti transfer barang dari kapal ke kapal di tengah laut, atau penyelundupan lewat feri penumpang dengan metode body strapping, masih terus terjadi. Ini jelas butuh pengawasan ketat dan koordinasi yang erat antara kedua negara.

Sementara di garis depan lain, Indonesia punya pendekatan sendiri. BNN mengedepankan soft power lewat Program ANANDA, yang menargetkan pencegahan sejak dini pada anak-anak. Mereka melihat Singapura punya banyak praktik baik di bidang pendidikan preventif. Peluang untuk bertukar pengalaman, terutama dalam menyusun kurikulum pencegahan narkoba, terbuka lebar. Kerja sama, tampaknya, akan diperkuat dari hulu ke hilir.


Halaman:

Komentar