Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis siang itu terasa hangat. Ketua MPR RI Ahmad Muzani kedatangan tamu istimewa, Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-Shik. Pertemuan kedua pimpinan parlemen ini bukan sekadar formalitas belaka. Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari upaya mempererat kerja sama bilateral hingga sebuah kisah heroik seorang pekerja migran Indonesia bernama Sugianto.
Muzani sendiri menggambarkan pertemuan itu penuh keakraban. "Pertemuan dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat berlangsung hangat bahkan penuh canda," ujarnya.
Hal itu, menurutnya, tak lepas dari hubungan baik yang sudah terjalin lama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Di sisi lain, harapan untuk kerja sama yang lebih erat pun mengemuka. Woo Won-Shik disebutkan sangat berharap kolaborasi di berbagai sektor bisa terus berlanjut dan semakin kukuh. Muzani mengungkapkan, pihak Korea Selatan menginginkan keakraban itu makin terasa, bukan cuma di tingkat pemerintahan.
"Dan dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Korea Selatan berharap hubungan yang sudah cukup bagus, akrab di berbagai macam tingkat, perdagangan, ekonomi, investasi bahkan kebudayaan makin hari makin menunjukkan keakraban," jelas Muzani.
Namun begitu, ada satu topik yang menyentuh dan mendapat perhatian khusus dalam pembicaraan mereka. Namanya Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia yang menjadi pahlawan saat peristiwa kebakaran di salah satu provinsi di Korsel.
Kisah keberaniannya menyelamatkan para lansia dari kobaran api rupanya sangat menyita perhatian publik di sana.
"Disampaikan juga bahwa ada warga negara Indonesia namanya Sugianto pada saat terjadi kebakaran di salah satu provinsi Korea Selatan telah berhasil membantu dan menolong banyak orang tua di Korea Selatan dari jebakan api kebakaran," kata Muzani.
Bahkan, aksinya yang luar biasa itu membawanya mendapat kehormatan tinggi.
"Sugianto menjadi orang yang sangat dikagumi di Korea Selatan bahkan Presiden Korea Selatan telah memanggilnya mengundang untuk mendapatkan kehormatan di Istana Biru di Seoul, Korea Selatan," imbuhnya.
Jadi, pertemuan itu bukan cuma soal diplomasi kering. Ada cerita tentang keberanian seorang warga biasa yang justru memperkuat tali persahabatan kedua negara. Sebuah momen yang, mau tak mau, membuat semua yang hadir tersenyum.
Artikel Terkait
Bahlil Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet: Ada yang Perlu dan Tidak Perlu Disampaikan
Banyuwangi Kembali Raih Predikat Kabupaten Berkinerja Tertinggi Nasional Tahun 2026
Tim Taekwondo Polri Juara Umum Kejuaraan Dunia WTA Open 2026 di Osaka
Noel Kritik KPK Usulkan Pembatasan Jabatan Ketum Parpol, Sebut Lembaga Antirasuah Keluar Jalur