Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis siang itu terasa hangat. Ketua MPR RI Ahmad Muzani kedatangan tamu istimewa, Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-Shik. Pertemuan kedua pimpinan parlemen ini bukan sekadar formalitas belaka. Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari upaya mempererat kerja sama bilateral hingga sebuah kisah heroik seorang pekerja migran Indonesia bernama Sugianto.
Muzani sendiri menggambarkan pertemuan itu penuh keakraban. "Pertemuan dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat berlangsung hangat bahkan penuh canda," ujarnya.
Hal itu, menurutnya, tak lepas dari hubungan baik yang sudah terjalin lama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Di sisi lain, harapan untuk kerja sama yang lebih erat pun mengemuka. Woo Won-Shik disebutkan sangat berharap kolaborasi di berbagai sektor bisa terus berlanjut dan semakin kukuh. Muzani mengungkapkan, pihak Korea Selatan menginginkan keakraban itu makin terasa, bukan cuma di tingkat pemerintahan.
"Dan dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Korea Selatan berharap hubungan yang sudah cukup bagus, akrab di berbagai macam tingkat, perdagangan, ekonomi, investasi bahkan kebudayaan makin hari makin menunjukkan keakraban," jelas Muzani.
Namun begitu, ada satu topik yang menyentuh dan mendapat perhatian khusus dalam pembicaraan mereka. Namanya Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia yang menjadi pahlawan saat peristiwa kebakaran di salah satu provinsi di Korsel.
Artikel Terkait
Prabowo Tantang McDonalds di Davos: Dapur Gratis Indonesia Siap Lampaui 68 Juta Piring Sehari
Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Rusia, BMKG Pastikan Tak Ada Dampak Tsunami di Indonesia
Jalan DI Panjaitan Tergenang, Lalu Lintas Lumpuh Sementara
Trenggono Serukan Aksi Kolektif di Davos: Laut Indonesia dalam Ancaman Serius