Prabowo Teken Piagam Perdamaian Gaza di Hadapan Trump di Davos

- Kamis, 22 Januari 2026 | 19:10 WIB
Prabowo Teken Piagam Perdamaian Gaza di Hadapan Trump di Davos

Di tengah kerumunan pemimpin dunia di Davos, Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam sebuah momen penting. Acara itu adalah perkenalan anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza, sebuah inisiatif yang digagas Presiden AS Donald Trump. Tak cuma hadir, Prabowo pun ikut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian tersebut.

Perkenalan resmi dewan ini berlangsung dalam pertemuan tahunan di Swiss, Kamis (22/1/2025), dengan Trump sendiri yang memimpin jalannya acara. Prabowo termasuk segelintir kepala negara yang datang langsung, menyaksikan deklarasi itu dari dekat.

Dalam sambutannya, Trump menekankan bahwa pembentukan dewan ini melibatkan banyak negara. Ia juga menyatakan kesediaan untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi internasional, termasuk PBB tentunya.

"Hari ini, dunia lebih kaya, lebih aman, dan jauh lebih damai dari pada satu tahun yang lalu," ucap Trump.

Ia lalu menyapa satu per satu para pemimpin yang hadir. Trump dengan percaya diri menyebut prestasi pemerintahannya.

"Sebagai Presiden, saya mengakhiri 8 perang itu dalam 9 bulan. Termasuk Kambodia dan Thailand," klaimnya.

Setelah pidato selesai, tibalah sesi penandatanganan piagam. Para pemimpin dipanggil maju. Prabowo kemudian mengambil posisi di sisi kiri Trump, lalu menekan tanda tangannya pada dokumen bersejarah itu.

Lantas, apa arti keikutsertaan Indonesia dalam forum ini? Intinya jelas: memastikan proses transisi di Gaza mengarah pada solusi dua negara. Bukan malah jadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Dengan kata lain, partisipasi ini akan jadi saluran bagi Indonesia untuk terus mendesak dihentikannya kekerasan. Juga untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, dan yang tak kalah penting, pemulihan tata kelola sipil di Palestina. Itu komitmen yang coba diwujudkan lewat langkah simbolis namun strategis di Davos.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar