Puan Bahas Nasib Pekerja Migran Indonesia dalam Pertemuan dengan Ketua Parlemen Korea Selatan

- Kamis, 22 Januari 2026 | 15:55 WIB
Puan Bahas Nasib Pekerja Migran Indonesia dalam Pertemuan dengan Ketua Parlemen Korea Selatan

Pembicaraan kemudian melebar. Puan menyebut hubungan kedua negara, yang sudah berjalan 53 tahun, kini memasuki fase kemitraan strategis khusus. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan cuma soal kepentingan pragmatis semata, tapi juga didasari kesamaan nilai seperti demokrasi dan penghormatan HAM.

Ia melihat kolaborasi antara negara-negara 'middle power' macam Indonesia dan Korsel punya peran krusial untuk menjaga stabilitas kawasan. Di forum regional seperti ASEAN, peran aktif Korea Selatan sangat diapresiasi.

Nah, soal ekonomi, pembahasannya cukup mendalam. Puan menyebut investasi Korea sebagai salah satu pilar penting. Ia menghargai konsistensi Korsel sebagai investor besar di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, yang mencerminkan kepercayaan terhadap iklim usaha di sini.

Harapannya, investasi itu bisa mengalir deras ke sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, ekonomi digital, dan proyek-proyek di luar Pulau Jawa, termasuk Ibu Kota Nusantara. Di sisi perdagangan, Puan mendorong upaya bersama untuk memangkas hambatan non-tarif yang kerap menghambat.

Di lain pihak, Woo Won-Shik menyambut positif dan menyatakan komitmen negaranya.

Puan menutup dengan optimisme. Melalui sinergi pemerintah dan dukungan parlemen kedua belah pihak, ia yakin kerja sama bisa masuk fase baru yang lebih strategis dan, tentu saja, saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara.


Halaman:

Komentar