Sukamta Kecam Israel: Penghancuran Markas UNRWA Lukai Nurani Kemanusiaan

- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:55 WIB
Sukamta Kecam Israel: Penghancuran Markas UNRWA Lukai Nurani Kemanusiaan

Suara kecaman kembali terdengar dari Gedung DPR. Kali ini, Wakil Ketua Komisi I Sukamta menyoroti aksi Israel yang menghancurkan markas UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, di Yerusalem Timur. Bagi Sukamta, tindakan ini bukan sekadar soal politik, tapi sudah melukai nurani kemanusiaan kita semua.

"Penghancuran markas UNRWA di Yerusalem timur adalah luka bagi nurani kemanusiaan," tegas Sukamta kepada para wartawan, Kamis (22/1/2026).

Dia melanjutkan dengan nada prihatin, "Bayangkan, lembaga yang tugasnya memberi makan, pendidikan, dan perlindungan bagi pengungsi justru dihancurkan. Yang diserang bukan cuma tembok dan atap, tapi rasa kemanusiaan itu sendiri."

Menurut politisi itu, UNRWA hadir untuk kelompok paling rentan. Menghancurkan fasilitas mereka, ujarnya, sama saja dengan menutup pintu harapan bagi orang-orang yang sudah kehilangan segalanya.

"Dalih politik dan keamanan apa pun seharusnya berhenti di depan garis kemanusiaan. Garis itu tidak boleh dilanggar," ujarnya. "Kalau batas itu runtuh, kita sedang menuju ke arah yang berbahaya: penderitaan dinormalisasi, ketidakadilan dibenarkan."

Sukamta merasa, sikap diam dunia internasional hanya akan memperparah keadaan. Dia mendesak agar solidaritas tidak hanya jadi wacana.

"Diam berarti membiarkan kemanusiaan terus tergerus. Solidaritas untuk rakyat Palestina ini lebih dari politik; ini tanggung jawab moral kita bersama. Agar nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup, meski di tengah konflik dan kekerasan yang tak berkesudahan," paparnya.

Insiden yang memicu kemarahan ini terjadi sehari sebelumnya. Israel mengerahkan buldoser-buldoser untuk meratakan bangunan di kompleks UNRWA di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Aksi itu langsung menuai kutukan keras dari PBB.

Melalui juru bicaranya, Farhan Haq, Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Israel agar segera menghentikan pembongkaran itu.

"Sekretaris Jenderal mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan pembongkaran kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, dan untuk mengembalikan serta memulihkan kompleks tersebut dan tempat-tempat UNRWA lainnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanpa penundaan," kata Haq.

Guterres menegaskan bahwa markas UNRWA seharusnya kebal dan tidak bisa diganggu gugat. Namun, Israel punya alasan lain. Mereka berulang kali menuduh UNRWA memberi perlindungan kepada militan Hamas. Bahkan, beberapa staf UNRWA dituding terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023. Tuduhan itu menjadi pembenaran bagi langkah-langkah keras mereka, meski menuai protes dari berbagai penjuru.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar