Hujan Deras Picu Antrean Panjang Transjakarta, Genangan 20 Cm Lumpuhkan Koridor 13

- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:45 WIB
Hujan Deras Picu Antrean Panjang Transjakarta, Genangan 20 Cm Lumpuhkan Koridor 13

Pagi ini, antrean penumpang Transjakarta memanjang tak biasa. Bukan cuma di dalam halte, tapi mengular hingga ke badan jalan. Rupanya, bus koridor 13 mengalami keterlambatan parah. Penyebabnya? Hujan deras yang mengguyur kawasan Petukangan dan sekitarnya, memicu kemacetan yang luar biasa.

Dari video yang beredar, suasana halte tampak sesak. Penumpang berjejal, rela antre panjang demi mendapatkan tumpangan. Wajah-wajah lelah dan sabar bercampur, menunggu bus yang tak kunjung datang dengan lancar.

Kepadatan lalu lintas di sekitar Petukangan memang parah pagi tadi. Akibatnya, antrean bus Transjakarta sendiri pun tersendat-sendat mendekati halte. Lalu lintas macet total.

Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi adanya gangguan operasional.

"Ada keterlambatan kepadatan bus karena kepadatan lalu lintas saat hujan," ujar Ayu Wardhani, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, sejumlah rute turut terdampak. Tak hanya koridor 13, rute 13B, L13E, dan JAK 107 juga ikut terlambat. Wilayah gangguan membentang dari sekitar Petukangan hingga kolong Tol JORR.

Di sisi lain, informasi dari TMC Polda Metro Jaya melengkapi gambaran penyebab macet ini. Ternyata, ada genangan air yang cukup signifikan.

"Terdapat genangan air sekitar 20 cm di Jl Ciledug Raya, tepatnya depan ITC Cipulir arah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Situasi lalu lintas terpantau padat," tulis mereka di akun X resmi.

Genangan setinggi 20 sentimeter itu jelas memperparah keadaan. Kombinasi hujan, genangan, dan volume kendaraan yang tinggi akhirnya menciptakan domino effect: kemacetan panjang, bus terlambat, dan penumpang menunggu dalam antrean yang menjulur.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar