Tiga Calon Deputi Gubernur BI Jalani Fit and Proper Test, Jadwal Terpisah

- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:15 WIB
Tiga Calon Deputi Gubernur BI Jalani Fit and Proper Test, Jadwal Terpisah

Pekan ini, Komisi XI DPR RI bakal menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk calon-calon Deputi Gubernur BI. Proses fit and proper test ini rencananya akan menyita perhatian, apalagi dengan nama-nama yang diusulkan. Tercatat ada tiga calon yang akan menjalani pemeriksaan itu: Solikin M Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Tommy Djiwandono.

Menariknya, tes untuk ketiganya tidak digelar serentak dalam satu hari. Menurut jadwal, prosesnya akan dimulai besok, Jumat (23/1).

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi Amro, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/1/2026).

"Ada tiga calon, Jumat satu orang. Iya (Solikin M Juhro)," ujar Fauzi.

Lalu, bagaimana dengan dua calon lainnya? Fauzi menjelaskan bahwa rangkaian tes akan berlanjut pada Senin (26/1) pekan depan. Di hari itulah Dicky Kartikoyono dan Tommy Djiwandono akan menjalani proses yang sama.

"Senin dua orang," tambahnya singkat.

Di sisi lain, isu intervensi politik sempat mencuat terkait salah satu nama calon. Tommy Djiwandono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, kerap memantik pertanyaan. Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah keras adanya campur tangan dari Istana.

Dasco menegaskan bahwa seluruh usulan nama, termasuk Tommy, murni berasal dari Gubernur BI Perry Warjiyo. Pernyataan itu dia sampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (21/1).

"Bahwa pengusulan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI itu adalah pilihan dari Gubernur BI sendiri," kata Dasco.

Lebih jauh, politikus Partai Gerindra itu menerangkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di BI bersifat kolektif dan kolegial. Artinya, mustahil satu orang bisa bertindak sendiri tanpa persetujuan yang lain.

"Sehingga kalau dikatakan ada intervensi, misalnya dari presiden, pengusulan itu kemudian dari Gubernur BI. Dan kemudian tentunya masyarakat perlu tahu bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif kolegial," paparnya.

"Jadi ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain, itu tidak mungkin," sambung Dasco, menutup penjelasannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar