"Pengawasan terhadap guru dan tenaga pendidik harus diperketat. Perlindungan untuk siswa juga, butuh pendampingan yang lebih responsif," tegas Lalu.
Tak cuma menuntaskan kasus, upaya pencegahan ke depan mutlak diperlukan. Menurutnya, semua pihak harus bergerak agar tragedi serupa tak lagi terjadi.
"Pembinaan karakter, deteksi dini potensi kekerasan, dan peran aktif orang tua itu kunci. Baru sekolah bisa jadi tempat yang benar-benar aman dan penuh kepercayaan bagi anak-anak kita," imbuhnya.
Sebelumnya, polisi telah mengungkap fakta yang semakin mengerikan. Dari laporan awal sembilan korban, penyidikan mendalam berhasil mengidentifikasi total 25 siswa yang menjadi korban. Oknum guru berinisial YP sudah ditahan.
"Dalam proses penyidikan kita identifikasi ada 25 korban," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan, AKP Wira, Rabu (21/1).
Modusnya? Pelaku diduga sudah beraksi sejak 2023. Untuk mengelabui dan membungkam korban-korban ciliknya, dia memberikan uang antara lima hingga sepuluh ribu rupiah usai melakukan perbuatan bejatnya.
Artikel Terkait
Polisi Ciawi Amankan Pikap Curian lewat Penyamaran Jadi Calon Pembeli
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang, Dua Selamat
Pemerintah Hentikan Sistem Open Dumping di DKI Usai Longsor Tewaskan 4 Orang di Bantargebang
Menteri Lingkungan Hidup Sebut Longsor Sampah Bantargebang sebagai Alarm Keras