Tapi rupanya, keputusan itu tak diterima begitu saja oleh salah satu kubu di keraton.
Kubu Paku Buwono XIV Purbaya, melalui Sasana Wilapa, menyatakan penolakan keras. GKR Panembahan Timoer Rumbay, yang mewakili, menyebut mereka telah mengirim surat keberatan resmi.
"Surat kami layangkan ke Kementerian Kebudayaan, dengan tembusan ke Presiden RI," kata Rumbay di Keraton Solo, Minggu (18/1).
Dia merasa prosesnya tak adil. "Kami melihat ketidakadilan dalam keputusan Menteri Kebudayaan ini."
Menurutnya, alasan penolakan sederhana: tidak ada komunikasi sama sekali dengan pihak mereka sebelum penunjukan itu diumumkan. Mereka merasa dikesampingkan.
Jadi, polemik ini masih berlanjut. Pemerintah berdalih pada aspek pertanggungjawaban keuangan negara, sementara satu pihak di internal keraton merasa langkah itu justru mengabaikan mereka. Jalan tengahnya masih dicari.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Retak, Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara di Gaza
Situbondo Tergenang, Jalur Pantura Lumpuh Akibat Banjir
Burung Hantu Tewas Ditembak, Wanita di Belu Terancam Pasal Penganiayaan Hewan
Trump Tegaskan Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Greenland, Tawarkan Mediasi Ukraina di Davos