Tapi rupanya, keputusan itu tak diterima begitu saja oleh salah satu kubu di keraton.
Kubu Paku Buwono XIV Purbaya, melalui Sasana Wilapa, menyatakan penolakan keras. GKR Panembahan Timoer Rumbay, yang mewakili, menyebut mereka telah mengirim surat keberatan resmi.
"Surat kami layangkan ke Kementerian Kebudayaan, dengan tembusan ke Presiden RI," kata Rumbay di Keraton Solo, Minggu (18/1).
Dia merasa prosesnya tak adil. "Kami melihat ketidakadilan dalam keputusan Menteri Kebudayaan ini."
Menurutnya, alasan penolakan sederhana: tidak ada komunikasi sama sekali dengan pihak mereka sebelum penunjukan itu diumumkan. Mereka merasa dikesampingkan.
Jadi, polemik ini masih berlanjut. Pemerintah berdalih pada aspek pertanggungjawaban keuangan negara, sementara satu pihak di internal keraton merasa langkah itu justru mengabaikan mereka. Jalan tengahnya masih dicari.
Artikel Terkait
Israel Serang Hotel di Beirut, 4 Tewas dan 10 Luka
Kapolri Pastikan Satgas Bencana Siaga Penuh untuk Mudik 2026
Curah Hujan Ekstrem 264 mm Rendam 147 RT di Jakarta, Genangan Capai 1,7 Meter
Israel Serang Depot Minyak dan Fasilitas Nuklir Iran di Tehran, Ancaman Balasan Mengarah ke Haifa