Menurut sejumlah saksi, kedua pemimpin itu terlihat cukup akrab. Mereka lalu mendengarkan penjelasan dari CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi, soal tujuan pertemuan filantropi tersebut. Tak lama, Prabowo dan Raja Charles pun berpindah ke Grand Hall untuk mengikuti sesi penutupan.
Acara sendiri sebenarnya sudah berjalan sejak pagi. Kehadiran kedua tokoh ini memang sengaja difokuskan pada bagian akhir pertemuan. Di Grand Hall, mereka tampak menyapa dan berbincang langsung dengan para peserta. Interaksi itu sendiri memberi kesan kuat: ada dukungan politik dan moral yang nyata untuk upaya penyelamatan Gajah Peusangan.
Nah, soal program konservasinya, tujuannya cukup konkret. Inisiatif ini ingin membangun koridor aman bagi satwa liar, mengurangi konflik antara manusia dengan gajah, serta tentu saja melindungi habitat terakhir Gajah Sumatera. Tak hanya itu, pendekatannya juga melibatkan rehabilitasi hutan dan peran aktif masyarakat setempat.
Jadi, partisipasi Prabowo di London ini sejalan banget dengan agenda pemerintah. Di satu sisi, ia ingin mendorong kolaborasi global untuk perlindungan satwa. Di sisi lain, ini juga bagian dari diplomasi lingkungan Indonesia di panggung dunia sebuah langkah strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Situbondo Tergenang, Jalur Pantura Lumpuh Akibat Banjir
Burung Hantu Tewas Ditembak, Wanita di Belu Terancam Pasal Penganiayaan Hewan
Trump Tegaskan Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Greenland, Tawarkan Mediasi Ukraina di Davos
Wakil Ketua Komisi VI Desak PLN Bantu Proyek Listrik Desa yang Mandek di Dharmasraya