Suasana di sebuah kampung di Sewon, Bantul, mendadak tegang. Bukan karena hal biasa, melainkan karena aksi pengusiran terhadap seorang warga. Yang membuatnya makin pelik, perempuan ini baru saja melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa anaknya sendiri. Alih-alih dapat dukungan, ia justru diusir oleh tetangga-tetangganya.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Selasa malam lalu, sekitar pukul tujuh. Suasana yang biasanya tenang tiba-tiba ricuh.
Endang, istri dari Ketua RT setempat, mencoba menjelaskan sisi lain dari kemarahan warga. Katanya, perempuan yang berasal dari Kendal ini sudah lama dianggap meresahkan. Perilakunya kerap menimbulkan gesekan.
"Yang bersangkutan suka mengatai tetangganya dan omongannya keras, kasar," ujar Endang.
Ia melanjutkan, "Terus pernah juga keliling kampung dan mengetuk pintu-pintu, pernah juga mencabuti serai milik warga."
Artikel Terkait
Pemerintah Cabut HGU 85 Ribu Hektar di Tanah TNI AU, Nilainya Rp 14,5 Triliun
Peralatan Tempur dan Genangan: Kisah Para Pekerja Bertarung dengan Hujan yang Awet
Golkar MPR Siapkan Obligasi Daerah untuk Atasi Tekanan Anggaran
Pascabencana Sumatera, Sekolah Berjalan dengan Sistem Darurat