"Kementerian P2MI mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Polri," kata Mukhtarudin.
Dia juga mengungkapkan, kerja sama dengan Polri telah dijalin untuk melindungi pekerja migran Indonesia. Perlindungan itu dirancang menyeluruh, mulai dari masa pemberangkatan, penempatan, hingga kepulangan.
"Hari ini kami juga melakukan MoU dengan Polri. Ini sesuai arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas perlindungan dari hulu ke hilir. Intinya, perlindungan menyeluruh dari negara," jelasnya.
Di sisi lain, Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengungkapkan peran kementeriannya dalam proses ini. Mereka terlibat dalam mendesain tata kelola organisasi agar instansi pemerintah bisa berkolaborasi dengan lebih baik.
"Kami bersama Polri mendesain organisasinya, termasuk membangun tata kelolanya," kata Rini.
Dia bersyukur, persetujuan akhirnya diberikan. "Alhamdulillah, di bulan Juni 2025 ini, KemenPAN-RB telah menyetujui pembentukannya di 11 Polda dan 22 Polres. Ke depan, layanan ini akan terus dikembangkan ke seluruh daerah. Tujuannya satu: memastikan negara hadir untuk melindungi kaum rentan, terutama anak dan korban perdagangan orang," imbuhnya.
Artikel Terkait
Pascabencana Sumatera, Sekolah Berjalan dengan Sistem Darurat
Sinergi KP2MI-Polri Perkuat Perlindungan Pahlawan Devisa
Guru SD di Serpong Terancam 12 Tahun Bui, Diduga Cabuli 25 Murid
Muara Baru Dijaga Ketat, Sampah Ilegal Kini Berhadapan dengan CCTV dan Portal