Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke London punya momen yang menggemaskan. Saat tiba di Downing Street Nomor 10 untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, seorang "pejabat" berbulu justru lebih dulu menyambutnya. Ya, Larry si kucing.
Pertemuan resmi itu berlangsung Selasa lalu. Menurut rilis Biro Pers Istana, Rabu (21/1/2026), Starmer sendiri yang menyambut Prabowo di depan gerbang ikonik itu. Udara London yang dingin sepertinya tak mengurangi kehangatan sambutan.
Nah, di tengah obrolan singkat kedua pemimpin itu, munculah Larry. Sang kucing, yang sudah menjabat sebagai 'Chief Mouser to the Cabinet Office' sejak 2011 lalu, berjalan santai di pelataran. Bulunya yang abu-abu dan putih terlihat rapi, seolah ia memang bagian dari agenda diplomatik hari itu.
Starmer pun menunjuk ke arah Larry, tampak memberi penjelasan kepada Prabowo tentang "rekan kerjanya" yang satu ini. Setelah percakapan ringan itu, barulah mereka masuk ke dalam untuk pembicaraan yang lebih serius.
Larry sendiri ceritanya unik. Awalnya ia cuma kucing peliharaan keluarga PM David Cameron yang diadopsi tahun 2011. Tapi popularitasnya melesat. Menariknya, Cameron pernah bilang kalau Larry ini sudah seperti PNS ia tetap tinggal di sana meski perdana menteri sudah berganti. Hingga kini, dialah penghuni tetap Downing Street.
Bahkan, kejadian lucu ini sempat jadi bahan obrolan dalam forum lain. Saat Prabowo bertemu dengan sejumlah pimpinan universitas di Inggris, Sir Steve Smith yang hadir di sana membuka percakapan dengan canda.
"Sepertinya mereka berpikir Anda akan membawa kucing Anda, Bobby. Tapi saya rasa Anda baru saja bertemu dengan Larry," ujar Sir Steve.
Presiden pun membalas dengan santai. "Saya lihat dia, tapi dia tidak begitu melihat saya," jawab Prabowo, disambut tawa.
Memang, kehadiran Larry memberi nuansa berbeda. Di balik keseriusan diplomasi, sentuhan ringan seperti ini justru sering yang paling diingat. Ia tak cuma menghangatkan suasana, tapi juga entah bagaimana menambah catatan keakraban dalam hubungan kedua negara. Bukankah persahabatan sering dimulai dari hal-hal sederhana?
Artikel Terkait
Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, Disambut Apresiasi PM Albanese
Kisah Operasi Kopassus Menaklukkan Dukun Kebal Pasca-G30S
Pemerintah Rencanakan Jaringan Kereta Api 2.800 Km di Kalimantan, Masuk Tahap Perencanaan
Indonesia Desak Investigasi Tuntas Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon