Menteri Hanif Soroti Sawit dan Kerusakan Hulu di Balik Banjir Bandang Garoga

- Selasa, 09 Desember 2025 | 00:48 WIB
Menteri Hanif Soroti Sawit dan Kerusakan Hulu di Balik Banjir Bandang Garoga

Senin lalu (8/12), suasana di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta cukup hiruk-pikuk. Di sela acara penyerahan bantuan sarana prasarana pengelolaan sampah, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyita perhatian. Ia bicara soal bencana yang jauh dari ibu kota, tepatnya di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Wilayah itu, kata Hanif, luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor. Kerusakannya parah.

"DAS Garoga ini yang terpengaruh cukup sangat besar karena satu desa, satu dusunnya tertimbun tanah,"

Ujarnya kepada para wartawan yang hadir.

Menurut sejumlah saksi, saat mendatangi lokasi bencana, menteri menyaksikan sendiri kondisi di lapangan. Di sana, ia menemukan sesuatu. Tampak aktivitas perkebunan kelapa sawit yang dikelola pihak swasta. Hanif enggan menyebut nama perusahaannya, tapi ia memastikan bahwa pihak terkait sedang dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

"Nah, setelah saya telusuri di atas memang ada kegiatan kelapa sawit milik entitas swasta. Jadi sedang didalami, sedang dipanggil,"

Katanya.

Namun begitu, Hanif punya penilaian lain. Ia melihat akar masalahnya mungkin lebih kompleks. Faktor alamiah, khususnya kondisi geografis daerah hulu, dinilainya memainkan peran yang jauh lebih besar. Topografinya terjal. Saat hujan ekstrem mengguyur, material dari atas kayu dan lumpur langsung meluncur deras ke bawah. Volume yang terbawa pun luar biasa banyak.

"Tetapi sebenarnya kontribusi terbesarnya lebih kepada hancurnya DAS bagian hulu. Karena dia terjal, ya, terjal, kemudian hujannya cukup berat, sehingga dia jatuh dan kemudian kayunya terbawa banyak sekali,"

Jelasnya.

Ia mengakui ada indikasi aktivitas manusia. Beberapa kayu yang hanyut terlihat bekas potongan chainsaw. Tapi jumlahnya tak signifikan. Fokusnya tetap pada besarnya dampak yang harus ditanggung warga.

"Saya memang melihat ada sedikit kayu yang ada potongan chainsaw-nya tetapi tidak terlalu banyak. Ini DAS Garoga yang membawa korban cukup besar karena hampir satu dusun tertimbun tanah dari longsoran di puncaknya,"

Pungkas Hanif, mengakhiri penjelasannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler