Jalan utama Mlale-Ngepringan itu kondisinya memang sudah mengenaskan sejak 2019. Rencana perbaikan dari Pemkab Sragen untuk tahun 2025 pun ternyata hanya wacana. Tak pernah terealisasi. Namun begitu, setelah video mandi lumpurnya viral, ada gerak cepat dari pihak berwenang.
"Ada (yang datang). Kelihatannya semua merapat ke balai desa," katanya, berharap. "Semoga segera ditindaklanjuti."
Di sisi lain, respons resmi datang dari Kabid Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyono. Pihaknya mengaku sudah mengecek lokasi. Alasan penundaan perbaikan, kata dia, karena ada refocusing anggaran yang tak terhindarkan.
Kini, semua mata tertuju pada tindak lanjutnya. Apakah protes unik sang kepala desa ini akhirnya bisa membawa perubahan, atau hanya akan tenggelam lagi seperti jalan yang ia perjuangkan.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Nikahi WNI Siri Selama Sembunyi di Bali
Paku Buwono XIV Buka Komunikasi dengan DPR, Bahas Masa Depan Keraton Solo
KPK Periksa Ajudan hingga Pejabat RSUD Terkait Kasus Bupati Ponorogo
Tanah Berceceran di Underpass Senen Picu Kemacetan Pagi Ini