Jalan utama Mlale-Ngepringan itu kondisinya memang sudah mengenaskan sejak 2019. Rencana perbaikan dari Pemkab Sragen untuk tahun 2025 pun ternyata hanya wacana. Tak pernah terealisasi. Namun begitu, setelah video mandi lumpurnya viral, ada gerak cepat dari pihak berwenang.
"Ada (yang datang). Kelihatannya semua merapat ke balai desa," katanya, berharap. "Semoga segera ditindaklanjuti."
Di sisi lain, respons resmi datang dari Kabid Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyono. Pihaknya mengaku sudah mengecek lokasi. Alasan penundaan perbaikan, kata dia, karena ada refocusing anggaran yang tak terhindarkan.
Kini, semua mata tertuju pada tindak lanjutnya. Apakah protes unik sang kepala desa ini akhirnya bisa membawa perubahan, atau hanya akan tenggelam lagi seperti jalan yang ia perjuangkan.
Artikel Terkait
Ketua KAUMY DK Jakarta Serukan Penghentian Konflik dan Perdamaian di Timur Tengah
KIP Perintahkan UGM Buka Dokumen Akademik Jokowi, dengan Penyensoran
Atletico Madrid Hajar Tottenham 5-2, Bayern Muenchen Gencet Atalanta 1-6 di Liga Champions
Anggota DPR Sebut OTT KPK yang Jerat Bupati dan Wakil Bupati sebagai Bencana