Suasana Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta pada Minggu (8/3) sore itu terasa hangat. Di sela acara buka puasa bersama dan santunan untuk anak yatim, ada pesan mendesak yang disampaikan. Wahyu Sandya Yudha Pangestu, selaku Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk Daerah Khusus Jakarta (KAUMY DK Jakarta), menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai situasi di Timur Tengah.
Menurut Sandya, eskalasi konflik di kawasan itu sudah terlalu jauh. Ia melihat potensi krisis kemanusiaan yang makin meluas, di mana masyarakat sipil biasa yang paling menderita. "Ini harus dihentikan," begitu kira-kira nada seruannya.
"Perdamaian harus selalu menjadi pilihan utama," tegas Sandya.
Ia melanjutkan, upaya meredakan konflik lewat dialog dan pendekatan kemanusiaan adalah langkah krusial. Tanpa itu, penderitaan hanya akan berlarut-larut dan korban berjatuhan semakin banyak.
Pandangannya ini sebenarnya sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dipegang Muhammadiyah dalam menyikapi persoalan global. Sandya merasa, komunitas internasional punya tanggung jawab besar. Mereka perlu mendorong penyelesaian damai dan benar-benar mengedepankan prinsip kemanusiaan, bukan kepentingan politik semata. Konflik bersenjata yang tak kunjung usai hanya akan memperburuk keadaan di lapangan.
Harapannya, seruan ini didengar oleh banyak pihak. Baik pemerintah, organisasi masyarakat, hingga aktor global. Semuanya diharap bisa bahu-membahu mendorong diplomasi dan dialog yang tulus untuk mengakhiri kekerasan di Timur Tengah.
Acara itu sendiri tidak hanya berisi santunan dan seruan. Ada juga dimensi spiritual yang kuat. Para peserta menggelar doa bersama untuk perdamaian, khususnya bagi wilayah-wilayah yang sedang dilanda konflik seperti Palestina dan Iran.
Doa dipimpin oleh Ustaz Ziyad Muhammad, Ketua Majelis Tabligh PCM Tanah Abang I. Dalam pandangannya, bulan Ramadan ini seharusnya jadi momentum tepat untuk memperkuat kepedulian. Juga untuk meneguhkan komitmen pada nilai keadilan dan kemanusiaan yang sering terabaikan.
Melalui momen sederhana ini, KAUMY DK Jakarta berharap pesan perdamaiannya tak sekadar jadi wacana. Tapi bisa menjadi pengingat bagi semua: bahwa upaya bersama untuk menjaga kemanusiaan itu sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan
Jadwal Salat DKI Jakarta Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.28, Magrib 17.48 WIB
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB