Suasana pagi di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur tiba-tiba berubah ricuh. Pasukan Israel bergerak masuk, diikuti oleh deru mesin buldoser yang tak lama kemudian mulai menghancurkan bangunan-bangunan di markas besar badan PBB untuk pengungsi Palestina itu. Tindakan ini langsung memantik kecaman keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut sejumlah saksi, serbuan itu terjadi tak lama setelah pukul tujuh pagi waktu setempat, Selasa (20/1). Jonathan Fowler, juru bicara UNRWA, menyebut pasukan Israel "menyerbu" lokasi. Para penjaga keamanan lebih dulu diusir, katanya, sebelum alat-alat berat itu mulai bekerja merobohkan dinding demi dinding.
"Ini serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Fowler dalam pernyataannya. Ia menegaskan aksi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak kekebalan yang dimiliki PBB. Fowler juga mengingatkan, apa yang terjadi pada UNRWA hari ini berpotensi menimpa organisasi internasional atau misi diplomatik lain di mana pun besok.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan situasi yang cukup gamblang. Beberapa alat berat terlihat aktif bekerja di antara puing, dengan bendera Israel berkibar di atas reruntuhan. Seorang fotografer di lokasi bahkan melaporkan adanya kunjungan singkat Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir.
"Ini adalah hari bersejarah, hari perayaan, dan hari yang sangat penting bagi pemerintahan di Yerusalem," ujar Ben Gvir.
Artikel Terkait
Suami Gelap Mata, Gorok Leher Istri di Malam Minggu Bogor
Mendagri Tito Karnavian Buka Kantor Promosi Investasi di Batam, Bidik Pasar Singapura
Tito Karnavian Tutup Rakernas APKASI, Soroti Semangat Prabowo untuk Daerah
Kemhan Tegaskan: Jadwal Kedatangan Rafale Masih Tentatif