Di sisi lain, upaya penanganan sudah dilakukan. Polisi telah memeriksa kondisi kejiwaan sang pelaku. Sementara untuk para korban, pendampingan psikologis segera digelar.
"Betul, untuk para korban kita sudah lakukan pendampingan dengan melibatkan psikolog," ujar Wira.
Ia menegaskan, langkah selanjutnya adalah kolaborasi menyeluruh dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: menyembuhkan trauma yang mendalam pada anak-anak.
Sayangnya, ini mungkin belum berakhir. Jumlah korban dikhawatirkan masih bisa bertambah. Polisi pun membuka pintu lebar bagi korban lain yang belum berani melapor.
"Kami berkolaborasi dengan wali murid dan sekolah. Kami sangat membuka kesempatan bagi korban yang selama ini belum melaporkan untuk segera datang ke unit PPA Satreskrim Polres Tangsel," paparnya.
Jaminannya? Upaya penyembuhan akan diberikan sepenuhnya. Mereka bertekad memulihkan luka yang seharusnya tak pernah terjadi.
Artikel Terkait
Tapin Gelar Kampanye Cegah Pernikahan Anak untuk Tekan Angka Stunting
Polres Bogor Wakafkan 2.000 Al-Quran di Malam Nuzulul Quran
Panglima TNI Perintahkan Seluruh Jajaran Masuk Status Siaga Satu
Menteri LHK Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 411 KK di Lombok