DOHA – Harapan itu pupus sudah. Rizky Ridho, sang kapten Persija Jakarta, akhirnya tak bisa membawa pulang Puskas Award 2025. Trofi bergengsi untuk gol terbaik dunia itu malah direbut Santiago Montiel, berkat sebuah tendangan salto akrobatiknya untuk Independiente.
Pengumumannya sendiri berlangsung di Doha, Qatar, Selasa malam waktu setempat. Arsene Wenger, legenda Arsenal itu, yang membacakan nama pemenangnya menjelang acara puncak The Best FIFA Football Awards. Buat kita di Indonesia, kabarnya baru sampai Rabu dini hari.
Padahal, gol jarak jauh Ridho saat Persija melawan Arema FC sempat bikin heboh. Ia berhasil menyodok masuk ke dalam daftar final 11 gol terbaik dunia. Tapi ya, persaingannya memang ketat banget. Montiel, bersama aksinya yang luar biasa, akhirnya keluar sebagai yang terbaik.
Gol kemenangannya tercipta medio Mei lalu. Saat itu Independiente berjumpa Independiente Rivadavia. Bola yang melambung setelah penyapuannya dengan kepala, langsung disambutnya dengan tendangan salto dari luar kotak penalti. Bola melesat, jaring gawang bergoyang. Sempurna.
Menurut sejumlah saksi, aksi Montiel itu punya segalanya: teknik yang ciamik, kreativitas tinggi, dan tingkat kesulitan yang nggak main-main. Karena itulah ia dinilai lebih unggul dibandingkan, misalnya, sepakan spektakuler Lamine Yamal untuk Espanyol atau pun tembakan jarak jauh Rizky Ridho di Liga 1.
Bagaimana Proses Penilaiannya?
Jalannya memang nggak mudah. FIFA awalnya memilih 11 gol terbaik sebagai kandidat. Lalu, penilaian akhir diserahkan kepada dua kelompok: suara penggemar sepak bola global dan sebuah panel berisi para FIFA Legends.
Bobot suara keduanya sama, masing-masing 50 persen. Setiap pemilih memberi peringkat dari satu sampai tiga. Poinnya dihitung, diakumulasi, dan diawasi ketat oleh pengamat independen. Barulah kemudian nama pemenangnya bisa ditetapkan.
Setelah namanya disebut, Montiel pun menyampaikan rasa syukur.
"Saya berterima kasih kepada semua orang yang sudah memberikan suara, fan Independiente, klub, legenda sepak bola FIFA," ujarnya.
Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah. Montiel adalah orang Argentina kedua yang menang Puskas Award secara beruntun. Sebelumnya, di 2024, Alejandro Garnacho yang memboyong trofi lewat golnya untuk Manchester United.
"Sejujurnya saya senang menerima penghargaan ini. Saya ingin mengirimkan pelukan hangat kepada kalian semua," tambah Montiel.
Meski begitu, kegagalan Ridho bukanlah akhir dari segalanya. Justru, masuknya namanya dalam nominasi finalis Puskas Award 2025 adalah sebuah pencapaian besar. Ini bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia mulai dilirik, perlahan tapi pasti, di panggung yang benar-benar global.
Artikel Terkait
Persib Bandung Kunci Kemenangan Tipis 1-0 atas PSIM, Kokoh di Puncak Klasemen Menuju Perburuan Gelar
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam