“Tidak ada yang berhak menggambarkan Turki dalam keadaan tidak berdaya seperti itu,” tegasnya.
Menurut laporan AFP, pertemuan itu sendiri berlangsung pada Jumat lalu. Barrack, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Donald Trump untuk Suriah, memang sedang berada di Ankara. Tapi justru dokumentasi resmi dari pihak Turki sendirilah yang memicu badai protes ini.
Di sisi lain, pihak Kementerian Pertahanan Turki berusaha meredam suasana. Sejumlah pejabat, seperti dikutip media lokal, membela bahwa pengaturan tempat duduk seperti itu bukanlah hal yang istimewa. Mereka bilang, protokol yang sama berlaku untuk banyak tamu penting lain yang bertandang ke kantor mereka. Intinya, ini bukan skema yang dikhususkan hanya untuk Tom Barrack.
Namun begitu, penjelasan itu tampaknya belum sepenuhnya meredakan gelombang kritik. Foto itu telah terlanjur menyebar, dan interpretasi publik terhadapnya sudah terbentuk kuat. Citra tentang dominasi dan ketidaksetaraan itu yang terus menguar, jauh lebih kuat dari penjelasan protokol.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing