Sebuah foto pertemuan antara Duta Besar AS Tom Barrack dan Menhan Turki Yasar Guler tiba-tiba jadi perbincangan panas. Yang disorot adalah susunan tempat duduknya. Di kantor Kementerian Pertahanan di Ankara itu, Barrack terlihat duduk sendirian di posisi tengah. Sementara itu, Menteri Guler beserta sederet perwira tinggi militer Turki justru duduk mengapit di sampingnya.
Gambar itu langsung membanjiri media sosial, diserbu kritik pedas. Banyak yang menilai pose dalam foto tersebut terasa janggal, seolah-olah sang duta besar sedang mendominasi ruangan dan menempatkan tuan rumah dalam posisi inferior. Nuansa "gubernur kolonial" begitu kental dirasakan.
“Apakah orang ini seorang Duta Besar atau seorang gubernur kolonial?”
Itu pertanyaan keras yang dilontarkan anggota parlemen Turki, Luftu Turkkan, dari partai IYI lewat unggahan di X. Ia jelas tak terima dengan kesan yang muncul dari foto itu.
“Tidak ada yang berhak menggambarkan Turki dalam keadaan tidak berdaya seperti itu,” tegasnya.
Menurut laporan AFP, pertemuan itu sendiri berlangsung pada Jumat lalu. Barrack, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Donald Trump untuk Suriah, memang sedang berada di Ankara. Tapi justru dokumentasi resmi dari pihak Turki sendirilah yang memicu badai protes ini.
Di sisi lain, pihak Kementerian Pertahanan Turki berusaha meredam suasana. Sejumlah pejabat, seperti dikutip media lokal, membela bahwa pengaturan tempat duduk seperti itu bukanlah hal yang istimewa. Mereka bilang, protokol yang sama berlaku untuk banyak tamu penting lain yang bertandang ke kantor mereka. Intinya, ini bukan skema yang dikhususkan hanya untuk Tom Barrack.
Namun begitu, penjelasan itu tampaknya belum sepenuhnya meredakan gelombang kritik. Foto itu telah terlanjur menyebar, dan interpretasi publik terhadapnya sudah terbentuk kuat. Citra tentang dominasi dan ketidaksetaraan itu yang terus menguar, jauh lebih kuat dari penjelasan protokol.
Artikel Terkait
Polres Kampar Musnahkan Enam Rakit Dompeng Tambang Emas Ilegal di Sungai Singingi
Menteri Pertahanan Mali Tewas dalam Serangan Terkoordinasi Kelompok Afiliasi Al-Qaeda
Brimob dan Damkar Padamkan Sisa Api di Rumah Sekaligus Warung Kopi yang Terbakar di Jatinegara Kaum
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok, Satu Masih Buron