Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur, dengan ajakan agar masyarakat tidak sekadar berkunjung, melainkan meresapi setiap jejak perjuangan Bung Karno yang menghabiskan 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara dan menjalani pembuangan demi kemerdekaan bangsa.
Peresmian yang digelar pada Senin, 15 Juni 2026, itu dihadiri oleh putra Megawati, M. Prananda Prabowo, serta Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno. Dalam kesempatan tersebut, Megawati menyampaikan bahwa proses perenungan mendalam telah ia lakukan sebelum akhirnya bersedia membuka kembali situs bersejarah itu.
“Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Saya merenung berhari-hari saat diminta membuka kembali Istana Gebang ini. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan. Tapi tentang semangat perjuangan beliau,” ujar Megawati dalam keterangan tertulisnya.
Megawati menyinggung masa-masa sulit yang dijalani sang ayah, Soekarno, yang menghabiskan 22 tahun dalam penjara dan pengasingan di Ende, Bangka, hingga Bengkulu. Menurut dia, optimisme Bung Karno akan kemerdekaan Indonesia tidak pernah padam meskipun harus mengalami penderitaan berkepanjangan.
“Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada,” katanya.
Ia pun mengajak generasi penerus bangsa untuk menjadikan Istana Gebang sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah fase yang harus terus diperjuangkan. Megawati melontarkan pertanyaan retoris yang disambut gegap gempita oleh ribuan peserta yang hadir.
“Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?” teriaknya, yang langsung disambut serempak dengan jawaban “Tidak!” dari seluruh hadirin.
Setelah seremoni peresmian, acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno yang berdiri kokoh di dalam area kompleks. Patung setinggi lima meter tersebut merupakan karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, bernama Gunadi.
Istana Gebang sendiri merupakan situs sejarah yang dikenal sebagai rumah tempat Sang Proklamator menghabiskan masa mudanya. Kompleks bangunan ini pertama kali didirikan pada tahun 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar. Rumah berarsitektur kolonial itu kemudian dibeli dari seorang warga Belanda bernama C.H. Portier, yang kala itu bekerja sebagai pegawai kereta api di Blitar, dan mulai ditempati oleh keluarga besar Bung Karno sekitar tahun 1917.
Di rumah inilah Bung Karno tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakak kandungnya, Sukarmini. Setiap sudut bangunan itu menjadi saksi lahirnya gagasan awal kebangsaan, perenungan atas penderitaan rakyat, serta terbentuknya watak kepemimpinan Bung Karno.
Usai meresmikan renovasi dan patung, Megawati melakukan napak tilas ke dalam rumah masa kecil Bung Karno. Ia berkeliling dengan saksama, meneliti setiap sudut museum yang baru direnovasi. Setelah menerima penjelasan lengkap, Megawati meminta agar Istana Gebang ditutup untuk umum selama satu hari dalam sepekan khusus untuk keperluan pembersihan dan perawatan rutin.
Artikel Terkait
BGN Hapus Skema Insentif Seragam Rp6 Juta per Hari untuk Satuan Gizi
Ribuan Mahasiswa Bubarkan Diri dari Depan DPR, Long March Menuju Semanggi
Polri Gagalkan Pengiriman 5,3 Kg Ganja dalam Paket Mi Instan ke Malang, Satu Kurir Ditangkap
Ribuan Mahasiswa Bubarkan Diri dari Dukuh Atas, Sampaikan 11 Tuntutan Khusus