Sementara itu, dari pihak kampus, Rektor UNCEN Oscar Oswald O. Wambrauw menyambut baik kerja sama ini. Bagi dia, penandatanganan MoU itu adalah langkah strategis yang punya dampak nyata.
"Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam konteks hak asasi manusia yang sangat relevan dengan kondisi sosial di Papua,"
ujar Oscar.
Ia menegaskan, ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ini adalah pintu masuk bagi program-program konkret yang akan segera dieksekusi. Untuk mendukung itu, kapasitas akademik di bidang HAM terus diperkuat. Tidak hanya lewat Fakultas Hukum, tapi juga melalui berbagai pusat kajian yang sudah dibentuk.
"Ke depan, kami akan mempersiapkan berbagai kegiatan kerja sama, termasuk dukungan pendanaan dan pemanfaatan lokasi-lokasi yang telah disiapkan kementerian untuk memberikan literasi pendidikan umum sekaligus pendidikan HAM bagi masyarakat Papua,"
tutup Oscar.
Jadi, kolaborasi ini pada dasarnya ingin membawa perubahan dari dalam. Dimulai dari bangku kuliah, dengan menghormati budaya lokal, lalu merambat ke seluruh penjuru kawasan timur. Sebuah langkah awal yang ambisius, dan kita lihat saja nanti hasilnya.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Digelar di Kudus, Bukan Pati
Polisi Amankan Pengedar Sabu di Jatiuwung, 1,5 Gram Sabu Disita
Foto Duta Besar AS di Ankara Picu Badai Kritik: Gubernur Kolonial atau Sekadar Protokol?
BGN Ungkap Kesenjangan Data Hambat Program Makan Bergizi Gratis