PKS Anggap Peringatan SBY Soal Perang Dunia III Bukan Ramalan Kiamat

- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:30 WIB
PKS Anggap Peringatan SBY Soal Perang Dunia III Bukan Ramalan Kiamat

Kekhawatiran mantan Presiden SBY soal ancaman Perang Dunia III mendapat sorotan dari politisi di Senayan. Sukamta, Wakil Ketua Komisi I DPR dari PKS, menilai pernyataan itu bukan ramalan kiamat, melainkan alarm peringatan yang serius. Menurutnya, kita perlu mendengarnya.

“Pernyataan Pak Susilo Bambang Yudhoyono tentang kemungkinan terjadinya Perang Dunia III patut dibaca sebagai peringatan dini, bukan ramalan apokaliptik,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (20/1/2025).

Dia menjelaskan, SBY merujuk pada pola sebelum Perang Dunia I dan II. Perang besar, ujarnya, jarang muncul tiba-tiba. Itu lebih sering hasil akumulasi dari berbagai konflik yang dibiarkan meruncing tanpa ada yang mengendalikan.

Di sisi lain, Sukamta juga menyoroti seruan SBY agar PBB lebih proaktif. Forum global itu dinilainya masih memegang peran krusial.

“PBB mungkin tidak sempurna dan kerap tersandera rivalitas kekuatan besar,” ujarnya.

“Namun begitu, hingga kini ia tetap menjadi satu-satunya forum yang punya legitimasi untuk mencegah eskalasi secara kolektif. Kalau mekanisme multilateral melemah, risiko salah hitung antarnegara bisa makin besar.”

Baginya, menjaga perdamaian global bukan cuma soal siapa yang punya militer terkuat. Ada faktor lain yang tak kalah penting.

“Kecemasan Pak SBY seharusnya mendorong refleksi bersama,” imbuh Sukamta.

“Bahwa perdamaian juga butuh keberanian politik untuk menahan diri, membuka dialog, dan memperkuat diplomasi preventif. Dunia belum sampai di titik tanpa harapan, tapi waktu untuk bertindak jelas sudah tidak longgar lagi.”

Lantas, apa sebenarnya yang dikhawatirkan SBY?

Lewat akun X-nya @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026), mantan presiden keenam RI itu mengungkapkan kegelisahannya. Dinamika geopolitik global beberapa bulan terakhir, dalam pandangannya, makin mengkhawatirkan.

“Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir,” tulis SBY.

“Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi.”

Kekhawatiran terbesarnya? Dunia bisa menuju prahara besar, yaitu Perang Dunia III.

Menurut dia, kemungkinan itu sangat nyata. Pola yang terlihat belakangan ini mirip dengan situasi sebelum dua perang dunia sebelumnya pecah. SBY menyebut beberapa tanda yang mengingatkan pada masa itu: munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, persekutuan negara yang saling berhadapan, hingga pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran.

“Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi,” lanjutnya.

Meski cemas, SBY masih punya secercah keyakinan. Perang mengerikan itu, katanya, masih bisa dicegah. Hanya saja, hari demi hari, ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit. Itulah yang membuatnya angkat bicara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar