Z, Mahasiswa Undip Lulus Cum Laude dengan Nama Satu Huruf yang Penuh Makna

- Selasa, 02 Desember 2025 | 12:30 WIB
Z, Mahasiswa Undip Lulus Cum Laude dengan Nama Satu Huruf yang Penuh Makna

Di tengah hiruk-pikuk wisuda, ada satu nama yang bikin orang penasaran. Cuma satu huruf: Z. Mahasiswa Universitas Diponegoro ini baru saja lulus cum laude dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dengan IPK 3,58. Tapi yang bikin ceritanya menarik bukan cuma prestasinya, melainkan nama singkatnya yang sarat makna.

Bagi orang tuanya, huruf 'Z' itu bukan sekadar identitas. Itu adalah doa. Harapan agar anak mereka tumbuh jadi pribadi yang sederhana, tapi meninggalkan kesan yang dalam. Harapan yang sepertinya terjawab sudah, ketika namanya yang cuma satu suku kata bergema di Gedung Serba Guna Muladi Dome saat Wisuda ke-180 Undip.

Perjalanan Z menuju gelar sarjana itu nggak mulus-mulus amat. Butuh waktu 4 tahun 1 bulan 17 hari, penuh dengan penyesuaian. Ia masuk lewat SBMPTN di tahun 2021, di puncak pandemi. Bayangkan, kuliah perdana sampai pertemanan baru, semuanya harus dijalani lewat layar komputer.

“Masa itu tidak mudah. Saya kesulitan memahami materi dan membangun relasi dengan teman baru,”

akunya. Rasanya seperti berjalan sendiri di kabut. Namun begitu kampus kembali dibuka, semuanya berubah pelan-pelan. Z mulai menemukan ritmenya, beradaptasi, dan motivasi belajarnya yang sempat redup kembali menyala.

Nah, soal nama uniknya itu ternyata punya keuntungan tersendiri. “Karena nama saya cuma satu huruf, dosen dan teman-teman jadi cepat ingat,”

katanya sambil tertawa. Ada satu momen yang nggak akan dia lupa, saat masih kuliah daring dulu.

“Ada dosen yang masih mengingat saya di semester dua, padahal hanya mengajar di semester satu. Setiap pertemuan beliau selalu menyapa, jadi agak was-was juga kalau tiba-tiba dipanggil,”

kenangnya. Rasanya deg-degan, tapi sekaligus bikin merasa diperhatikan.

Di balik kesan santainya, Z dikenal sebagai pribadi yang disiplin. Di sela kesibukan kuliah, ia menyempatkan diri membantu dosen menyusun data penelitian. Baginya, itu adalah kontribusi kecil untuk dunia ilmu pengetahuan.

Tentu saja, hidupnya nggak cuma belajar dan penelitian. Ia punya trik sendiri untuk menjaga keseimbangan. “Kalau tugas menumpuk, saya selesaikan meski sampai larut malam. Tapi kalau mulai jenuh, saya isi ulang energi dengan keluarga atau sahabat,”

ungkapnya. Prinsipnya sederhana: kerja keras itu wajib, tapi jangan lupa untuk bernapas.

Bagi Z, jadi mahasiswa Undip bukan cuma soal mengejar angka di transkrip. Lebih dari itu, ini soal membentuk karakter menjadi tangguh, jujur, dan punya integritas. “Alhamdulillah, bisa berproses di Undip adalah kebanggaan yang luar biasa,”

ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Kini, dengan gelar sarjana di tangan, langkahnya berikutnya adalah dunia kerja. Tapi dia tetap akan menyempatkan diri membantu penelitian dosen. Kedepannya, selagi menerapkan ilmunya secara profesional, Z juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai penutup, ia punya pesan buat para mahasiswa yang masih berjuang. Pesannya jujur dan menenangkan.

“Hai, Dips! Tetap semangat ya. Setiap orang punya jalannya masing-masing, dan Tuhan pasti adil memberi hasil sesuai usaha kita,”

katanya. Pesan yang sederhana, tapi terasa begitu dalam. Seperti namanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar