Malam itu, gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan. Wali Kota Madiun, Maidi, tiba di sana dengan status tersangka, terjaring dalam operasi tangkap tangan yang digelar lembaga antirasuah. Penampilannya sederhana, membawa tas jinjing biru dan dompet hitam, saat melangkah masuk sekitar pukul 22.35 WIB.
Di depan kerumunan wartawan, Maidi sempat menyampaikan pesan singkat. Suaranya terdengar lirih.
"Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat," ujarnya.
Permintaan doa itu ia sampaikan sebelum akhirnya menghilang di balik pintu gedung.
Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, operasi ini bukan hanya menangkap Maidi. Ada belasan orang lainnya yang turut diamankan di Madiun, Jawa Timur.
"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," jelas Budi kepada awak media.
Operasi ini sendiri, kata Budi, berkaitan dengan kasus yang cukup rumit. Intinya menyangkut dugaan fee proyek dan pengelolaan dana CSR di wilayah pemerintahan Kota Madiun.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," tambahnya.
Tak cuma orang, barang bukti juga berhasil diamankan. Nilainya cukup fantastis: uang tunai ratusan juta rupiah turut disita dari lokasi kejadian. Detailnya masih diselidiki, tapi angka itu sudah menggambarkan betapa seriusnya kasus yang sedang diusut.
Kini, semua mata tertuju pada proses hukum selanjutnya. Sementara warga Madiun mungkin masih tercengang, menunggu kabar lebih lanjut tentang pemimpin mereka yang tiba-tiba berurusan dengan KPK di sebuah malam Senin.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut
Ole Romeny Dinobatkan sebagai Pemain Terusung Usai Gol Tunggal Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
Kebakaran Hanguskan Satu Dermaga dan Lima Speed Boat di Kayong Utara, Penyebab Masih Diselidiki
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah dan Cadangan Devisa Terus Tertekan