Kabut tebal masih menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, menghalangi upaya evakuasi dari udara. Tim SAR pun terpaksa mengandalkan jalur darat untuk mendekati lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Medannya? Sangat terjal.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi hal ini. Rencana awal sebenarnya sederhana: menggunakan helikopter dari Bandara Sultan Hasanuddin. Jarak tempuhnya cuma sepuluh menit.
"Namun karena kondisi cuaca," ujarnya, "misi tersebut belum bisa kita laksanakan."
Ia lalu menambahkan, "Saat ini kita berupaya unsur darat mendekat ke sana."
Menurut sejumlah saksi di lapangan, tantangan terbesar justru ada di medan. Titik jatuh pesawat dan serpihan tubuh korban yang tersebar terpaut jarak lebih dari 500 meter. Tapi bukan jaraknya yang jadi masalah utama.
Artikel Terkait
Pin Prioritas LRT Jabodebek: Solusi Mudah Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus
Trump Kembali Ngotot: Dunia Tak Aman Tanpa Greenland di Bawah Kendali AS
Kamar Hotel Lenteng Agung Jadi Pabrik Narkoba Senilai Rp 2 Miliar
Tengkorak Raib, Makam Dibongkar Misterius di TPU Jawilan