Gelombang Pekerja Sindikat Penipuan Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh

- Senin, 19 Januari 2026 | 10:35 WIB
Gelombang Pekerja Sindikat Penipuan Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh

Gelombang Warga Negara Indonesia yang keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja terus berdatangan ke KBRI Phnom Penh. Mereka melapor dan meminta difasilitasi untuk pulang. Duta Besar Santo Darmosumarto menyebut, ratusan orang telah mendatangi kantornya dalam beberapa hari terakhir.

Menurut sejumlah saksi, lonjakan ini tak lepas dari tekanan besar yang kini dihadapi sindikat-sindikat itu. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet memang telah menginstruksikan pemberantasan intensif terhadap praktik penipuan online. Akibatnya, banyak sindikat yang memilih melepas pekerjanya begitu saja.

"Selama dua hari terakhir, sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara 'walk-in' ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,"

kata Dubes Santo, seperti dilaporkan Antara, Senin (19/1/2026).

Angkanya cukup mencengangkan. Catatan KBRI menunjukkan, sepanjang Januari 2026 ini, sudah 375 WNI yang melapor usai meninggalkan sindikat. Dari jumlah itu, 243 orang datang berduyun hanya dalam rentang dua hari, 16-17 Januari. Lalu, sehari setelahnya pada tanggal 18, bertambah lagi 65 orang dengan kisah serupa.

Kondisi mereka secara fisik disebut aman dan sehat. Namun begitu, masalah yang dihadapi tiap orang ternyata beragam. Tidak seragam.

"Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya 'overstay', dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,"

jelas Dubes Santo.

Keinginan mereka pun berbeda-beda. Ada yang rindu pulang ke Indonesia secepatnya. Di sisi lain, tak sedikit yang masih berniat mencoba peruntungan, mencari pekerjaan lain di Kamboja meski baru lepas dari pengalaman buruk.

Untuk menangani situasi ini, KBRI Phnom Penh akan mengikuti prosedur standar yang sudah diterapkan untuk ribuan WNI sebelumnya. Mereka juga bakal memperkuat koordinasi, baik dengan otoritas Kamboja maupun dengan pihak berwenang di tanah air. Tujuannya jelas: memperlancar proses deportasi.

"Namun, seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke tanah air secara mandiri,"

tandasnya.

Dubes Santo juga tak lupa memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan agar WNI tidak mudah tergoda tawaran kerja ber-gaji fantastis namun minim syarat. Terlibat dalam kegiatan ilegal di negara orang, seperti sindikat penipuan ini, risikonya sangat besar. Iming-imingnya mungkin menggiurkan, tapi akhirnya sering berujung pada situasi sulit seperti yang kini terjadi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar