Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung

- Senin, 19 Januari 2026 | 05:15 WIB
Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung

Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, membawa tiga penumpang yang semuanya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kabar duka ini langsung mengguncang.

Menanggapi musibah tersebut, anggota Komisi IV DPR RI dari PKB, Daniel Johan, menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan. Ia mendesak agar semua langkah penanganan dilakukan dengan profesional.

"Kami mendorong agar proses evakuasi, penanganan korban, serta investigasi penyebab kecelakaan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan profesional," kata Daniel kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

"Ini penting demi memastikan keselamatan ke depan serta memberikan kejelasan bagi keluarga korban."

Rasa duka yang mendalam juga ia sampaikan. Daniel menyebut para korban adalah insan yang selama ini berdedikasi penuh untuk mengelola sumber daya laut Indonesia.

"Sebagai mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di Komisi IV DPR RI, kami tentu sangat berduka atas peristiwa ini," jelasnya.

Ia pun mengucapkan belasungkawa. "Sekali lagi, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," tutur Daniel.

Di sisi lain, dukacita dan pujian serupa datang dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kharis. Ia turut memuji dedikasi tinggi ketiga pegawai KKP yang menjadi korban dalam insiden nahas itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar