"Di sini mah ke dalam, ke bundaran. Kecil segini mah, paling Rp 100 ribu," jelasnya sambil tertawa.
Meski terlihat ramai, Ujang mengaku penghasilannya tak selalu tetap. Uang yang didapatnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, plus buat merawat kudanya yang setia, si Boy.
"Alhamdulillah aya we jang parab mah (ada aja buat pakan mah)," tuturnya, bersyukur masih bisa menghidupi mereka berdua di tengah situasi yang bagi orang lain adalah musibah.
Jadi, di balik kesulitan banjir yang memacetkan jalan dan menggenangi rumah, ternyata ada cerita lain tentang usaha kecil yang justru menemukan momentumnya. Para kusir delman dan kuda-kuda mereka itu, dengan sederhana, memanfaatkan kesempatan yang datang dari air yang menggenang.
Artikel Terkait
Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep
Genangan 50 Cm Masih Menghantui Sejumlah Jalan di Jakarta Utara
Hujan Semalam, 48 RT di Jakarta Terendam Banjir
Kapolsek Turun Langsung Bagikan Sembako ke Warga Terendam di Kelapa Gading