Menteri Agama Nasaruddin Umar memulai lawatannya ke Mesir hari ini. Agenda utamanya cukup padat: membicarakan rencana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di tanah air, sekaligus tampil sebagai pembicara kunci dalam sebuah seminar internasional bertema ekoteologi di Kairo.
Seminar itu sendiri digelar oleh Universitas Al-Azhar, kampus legendaris yang umurnya sudah lebih dari seribu tahun. Bayangkan, berdiri sejak 972 di Kairo. Tempat ini bukan cuma tua, tapi juga punya reputasi global sebagai pusat kajian hukum Islam yang sangat dihormati.
“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,”
Demikian penjelasan Nasaruddin, seperti tertuang dalam rilis resmi Kemenag, Minggu (18/1/2026).
Nah, soal Al-Azhar ini, meski terkenal dengan ilmu keislamannya, kenyataannya kampus ini jauh lebih dari itu. Mereka punya fakultas sains dan teknologi yang mumpuni, manajemen bisnis, seni, humaniora, bahkan kedokteran dan pertanian. Statusnya sebagai universitas negeri di Mesir juga memperkuat posisinya.
Artikel Terkait
Partai Hijau Riau Dorong Perda Khusus untuk Lindungi Ekosistem
Demokrasi Cacat, Peringkat ke-59: Alarm untuk Merawat Pemilu dan Harapan Rakyat
Tangsel Bakal Diguyur Lebih Deras, Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Ringan
Janji Penjualan Rumah dan Angkot Rusak: Seorang Ayah Tewas Dibunuh Anaknya di Tangerang