Menurut sejumlah saksi, kejadian berlangsung sekitar pukul enam pagi. SD saat itu sedang mengendarai motornya dari Sidayu menuju kota Gresik. Nah, dari arah berlawanan, datanglah Bus Trans Jatim itu. Bukan batu sembarangan yang dilempar. Polisi menekankan, batu tersebut sengaja dibawa pelaku dari rumahnya, bukan diambil begitu saja dari pinggir jalan.
“Ini yang kami tekankan,” tegas Asraf. “Jadi perbuatannya tetap kami nilai sebagai tindak pidana perusakan, bukan reaksi spontan semata.”
Hingga berita ini diturunkan, instansi tempat SD bekerja masih belum dikonfirmasi. Yang jelas, pria paruh baya itu telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Kasus ini pun masih terus diselidiki lebih lanjut.
Artikel Terkait
Museveni Kembali Berkuasa, Uganda Terbelah di Tengah Dugaan Kecurangan dan Intimidasi
Masalah Mesin Dikenali Sebelum ATR 42 Jatuh di Bulusaraung
Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss
Kapolda dan Anggota DPR Turun Langsung Jenguk Nenek Korban Keroyok Penambang Ilegal