Menurut sejumlah saksi, kejadian berlangsung sekitar pukul enam pagi. SD saat itu sedang mengendarai motornya dari Sidayu menuju kota Gresik. Nah, dari arah berlawanan, datanglah Bus Trans Jatim itu. Bukan batu sembarangan yang dilempar. Polisi menekankan, batu tersebut sengaja dibawa pelaku dari rumahnya, bukan diambil begitu saja dari pinggir jalan.
“Ini yang kami tekankan,” tegas Asraf. “Jadi perbuatannya tetap kami nilai sebagai tindak pidana perusakan, bukan reaksi spontan semata.”
Hingga berita ini diturunkan, instansi tempat SD bekerja masih belum dikonfirmasi. Yang jelas, pria paruh baya itu telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Kasus ini pun masih terus diselidiki lebih lanjut.
Artikel Terkait
FPI Desak Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace, Presiden Beri Sinyal Pertimbangkan
Komnas Perempuan Desak DPR Percepat Pengesahan RUU PPRT
Pelabuhan Surabaya dan Semarang Siap Hadapi Lonjakan Logistik Jelang Lebaran 2026
AS Klaim Tenggelamkan Lebih dari 30 Kapal Iran dan Serang Kapal Induk Drone