AS Klaim Tenggelamkan Lebih dari 30 Kapal Iran dan Serang Kapal Induk Drone

- Jumat, 06 Maret 2026 | 08:05 WIB
AS Klaim Tenggelamkan Lebih dari 30 Kapal Iran dan Serang Kapal Induk Drone

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat lalu, seorang perwira tinggi militer AS membuat pernyataan mengejutkan. Laksamana Brad Cooper mengklaim pasukannya telah menenggelamkan lebih dari tiga puluh kapal milik Iran. Tak cuma itu, dalam beberapa jam terakhir, mereka juga menyerang dan membakar apa yang disebutnya sebagai "kapal induk drone" Iran, yang ukurannya digambarkan mirip kapal induk era Perang Dunia II.

“Sekarang kami telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal,” ujar Cooper, yang menjabat sebagai kepala Komando Pusat AS untuk Timur Tengah.

“Dan dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Saat ini, kapal itu terbakar.”

Klaim tersebut disampaikan dalam situasi yang masih panas. Perlu diingat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal ke sejumlah negara di kawasan itu.

Namun begitu, menurut Cooper, intensitas serangan balasan Iran itu sudah jauh berkurang. Dia menyebut serangan rudal balistik Iran anjlok hingga 90 persen sejak hari pertama konflik. Sementara untuk serangan drone, penurunannya mencapai 83 persen. Angka-angka itu, jika akurat, menunjukkan tekanan yang signifikan.

Di sisi lain, misi AS rupanya lebih dari sekadar pertahanan. Operasi yang dijuluki 'Epic Fury' ini bertujuan menghancurkan kemampuan rudal balistik dan angkatan laut Iran secara menyeluruh. Targetnya bukan hanya rudal yang sudah siap diluncurkan, tapi juga pabrik-pabrik yang memproduksinya.

“Saat kita beralih ke fase berikutnya,” jelas Cooper, “kita akan secara sistematis membongkar kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan.”

Pernyataan itu jelas mengisyaratkan eskalasi. Fokus operasi sepertinya bergeser dari sekadar menangkis serangan menjadi melumpuhkan industri pertahanan Iran secara permanen. Bagaimana Iran akan merespons langkah ini? Itu masih jadi tanda tanya besar. Yang pasti, situasi di kawasan tetap mencekam, dan pernyataan Cooper tadi hanya menambah gambaran betapa sengit konflik yang sedang berlangsung.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar