Suasana di London pekan ini memanas. Ratusan orang turun ke jalan, menolak rencana pemerintah setempat yang akan memutuskan nasib pembangunan kedutaan besar baru China. Keputusan itu disebut-sebut akan keluar hanya dalam hitungan hari.
Menurut laporan AFP, Minggu lalu, kerumunan massa banyak di antaranya menutup wajah dengan syal atau masker meneriakkan yel-yel penolakan. "Tidak untuk kedutaan besar China!" terdengar berulang, sementara bendera dengan tulisan "Bebaskan Hong Kong. Revolusi sekarang" berkibar di antara kerumunan.
Tak hanya itu, plakat-plakat protes juga tampak bertebaran. Salah satunya berbunyi cukup provokatif: "MI5 diperingatkan. Partai Buruh berlutut." Ini jelas menyasar badan intelijen Inggris dan partai yang sedang berkuasa di bawah PM Keir Starmer.
Poster lain yang dibawa demonstran bahkan lebih lugas. "PKC mengawasi Anda. Hentikan kedutaan besar mega," tulisnya, menyinggung Partai Komunis China.
Sebenarnya, upaya relokasi ini sudah berlangsung beberapa tahun. Saat ini, Kedubes China masih berdiri di kawasan Marylebone yang elite. Namun rencananya, mereka ingin pindah ke sebuah lokasi bersejarah yang luas, persis di sekitar kawasan Menara London yang ikonik.
Nah, rencana pindah inilah yang memantik penolakan. Bukan cuma dari warga sekitar, tapi juga dari berbagai kelompok HAM dan pengkritik pemerintah Beijing. Mereka punya banyak kekhawatiran.
Benedict Rogers, dari kelompok pemantau Hong Kong Watch, termasuk yang vokal. Menurutnya, jika rencana itu disetujui, sangat mungkin lokasi baru itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan spionase.
"Ada kabel komunikasi bawah tanah yang sensitif di dekat sana," katanya, menyebut alasan keamanan nasional.
Rogers juga menuding China telah melakukan "kampanye penindasan transnasional" terhadap diaspora dan para kritikusnya di berbagai negara.
Salah seorang pengunjuk rasa, yang hanya mau menyebut namanya Brandon, mengaku takut akan pembalasan. "Ini menimbulkan banyak kekhawatiran bagi kami," ujarnya, mewakili rasa was-was yang tampak jelas di antara kerumunan.
Protes ini seperti jadi puncak gunung es. Semuanya kini menunggu keputusan akhir pejabat setempat, yang akan menentukan apakah kompleks kedutaan mega itu benar-benar akan berdiri di tepi Sungai Thames.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Penikaman Ketua Golkar Malra Ditangkap di Bandara
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar
Buku Biografi Kebijakan Kikiek Kupas Kapolri Listyo Sigit Lewat Keputusan Genting
Iran Siap Kerahkan Semua Kemampuan Hadapi Ancaman AS di Selat Hormuz