Mendagri Tito Karnavian punya pesan tegas untuk pemerintah daerah di Sumatera. Ia mendesak agar data kerusakan rumah warga terdampak bencana segera dikumpulkan dan diselaraskan. Tanpa data yang cepat dan akurat, upaya penyaluran bantuan dan pembangunan hunian bakal tersendat. Itu inti dari rapat yang digelar secara daring dari Jakarta, Minggu lalu.
Rapat Lanjutan Pembahasan Pembangunan Hunian Tetap pascabencana itu memang membahas hal-hal teknis. Tito menjelaskan, pemerintah sudah punya tiga kategori untuk menilai kerusakan: ringan, sedang, dan berat termasuk rumah yang hilang begitu saja.
Nah, untuk yang rusak ringan dan sedang, bantuannya akan berupa tunai. Tujuannya jelas, agar warga bisa segera memperbaiki rumah mereka dan kembali tinggal di sana.
Lain cerita untuk kerusakan berat. Di sini, pemerintah menyiapkan dua tahap. Pertama, hunian sementara atau huntara yang akan ditangani BNPB bersama Danantara. Setelah itu, baru pembangunan hunian tetap atau huntap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes