Di ketinggian yang dingin dan diselimuti kabut, tim SAR gabungan akhirnya menemukan titik terang. Di wilayah utara Puncak Gunung Bulusaraung, tepatnya di perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, serpihan besar pesawat ATR 42-500 yang hilang berhasil dilacak. Puing-puing itu tersebar di lereng terjal, mencakup bagian badan hingga ekor pesawat.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan situasi yang memilukan. Serpihan jendela pesawat berserakan di antara bebatuan, hancur berkeping-keping. Beberapa bagiannya masih bisa dikenali bentuknya, meski sudah penyok dan ringsek akibat benturan hebat. Ada kesan sunyi yang menyayat dari gambar-gambar itu.
Di sudut lain, sehelai kain berwarna abu-abu tersangkut di ranting dan batu. Yang menarik, pada kain yang diduga merupakan seragam itu, terpampang lambang garuda. Detail kecil ini menambah suasana mencekam di lokasi kejadian.
Sementara itu, bagian lain dari badan pesawat yang diduga kuat adalah ekor, teronggok dengan warna cokelat keemasannya yang khas. Puing berukuran besar itu menjadi penanda utama lokasi jatuhnya pesawat.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam Lagi: Kemacetan Parah dan Pengendara Panik di Jalan Ahmad Yani
Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Hilir Diminta Waspada Limpasan
Jakarta Tenggelam: 35 RT dan 23 Ruas Jalan Terendam Banjir
Prabowo dan Jokowi Bersatu di Balik Pelaminan Sekretaris Pribadi