Menurut Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, penemuan ini merupakan perkembangan signifikan. "Bagian yang kami temukan berupa jendela, badan, hingga ekor pesawat," jelasnya.
Proses penemuannya sendiri berlangsung pagi itu. "Sekitar pukul 07.46 Wita, kru helikopter memberi tahu kami tentang serpihan jendela pesawat yang kecil. Hanya berselang tiga menit, pada 07.49 Wita, penemuan besar pun terjadi. Kami melihat badan dan ekor pesawat di bagian lereng," ujar Sultan, menceritakan kronologi singkatnya.
Setelah laporan itu masuk, tim yang berada di Airborne Jungle Unit (AJU) langsung diberangkatkan. Tujuannya jelas: mencapai lokasi badan pesawat. Namun begitu, perjalanan ke sana tidaklah mudah. Medannya terjal dan aksesnya sangat sulit, mengharuskan tim ekstra berhati-hati.
Artikel Terkait
Ketua PPP Mardiono: Sikap RI Atas Konflik Global Harus Berakar pada Pembukaan UUD 1945
Qatar Evakuasi Warga di Sekitar Kedubes AS di Doha Cegah Ancaman Keamanan
Pemkot Pekanbaru Gandeng Swasta Luncurkan 1.000 Titik WiFi Gratis Tanpa APBD
Ledakan Guncang Kapal Tanker Kuwait, Tumpahan Minyak Ancam Perairan Mubarak al-Kabeer