Menurut penelusuran polisi, awalnya ada tujuh pengunjung yang datang ke tempat hiburan itu. Suasana yang seharusnya riuh lagu tiba-tiba berubah tegang. Diduga, terjadi kesalahpahaman antara mereka dengan salah satu karyawan.
"Salah satu tamu diketahui menggebrak meja," jelas Maman, merinci kronologi.
Saat seorang pelapor berusaha melerai, bukannya reda, malah timbul insiden. Salah seorang dari kelompok pengunjung itu menghantam leher sang pegawai dengan tangan kosong. Korban pun langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Meski sudah ada kesepakatan damai, proses penyelidikan awal sempat dilakukan. Polisi memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi para pelaku. Maman juga berpesan agar masyarakat menjaga kondusivitas dan tak ragu melapor jika melihat tindak pidana di sekitarnya.
Nah, dengan kesepakatan kedua pihak, kasus ini pun ditutup. Tak ada tuntutan, tak ada proses pengadilan. Semua kembali tenang.
Artikel Terkait
Prabowo Kembalikan Dana Daerah Rp 10,6 Triliun untuk Tangani Dampak Banjir di Tiga Provinsi
2026: Ketika Dunia Bergejolak, Indonesia Berbenah di Tengah Perang Sumber Daya
Nahas di Tanjakan Gatot Subroto, Ojol Tewas Usai Tabrak Separator
Bus TransJakarta Ricuh Diduga Ada Aksi Mesum, Dua Pria Ditangkap