Dan rupanya, ini baru permulaan. Konsep serupa rencananya akan dikembangkan merata di semua kecamatan. Nantinya, setiap wilayah punya fasilitas olahraga unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Ada yang dapat lapangan voli, fokus ke futsal, atau mini soccer seperti ini.
"Kita ingin pemerataan. Setiap kecamatan punya fasilitas olahraga gratis yang layak dan berkualitas," jelas Agung.
Pengelolaannya pun tak boleh asal. Prinsip tertib, aman, dan berkelanjutan jadi prioritas. Ada konsep 'masuk bersih, pulang bersih' yang diharapkan bisa jadi kesadaran bersama agar fasilitas ini awet dan bisa dinikmati anak cucu kelak.
Di sisi lain, program ini jelas selaras dengan visi menjadikan Pekanbaru kota yang sehat dan inklusif. Keberadaan ruang publik semacam ini diharapkan bisa menjadi wadah positif bagi anak muda dan komunitas untuk beraktivitas.
Dengan langkah ini, Pekanbaru berpotensi jadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Soal bagaimana menyediakan fasilitas publik yang berkualitas, adil, dan benar-benar memihak kepentingan masyarakat banyak.
"Pemerintah harus hadir bukan hanya membangun, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat," tutup Agung.
Artikel Terkait
Negara-Negara Arab dan Barat Serentak Kecam Serangan Balasan Iran di Timur Tengah
Trump Klaim Fasilitas Militer Iran Hancur, Ratusan Warga Mengungsi ke Pakistan
Trump Klaim Serangan AS Hancurkan Angkatan Laut dan Udara Iran
Korlantas Polri Luncurkan Lagu Mudik Tertib, Ojo Kesusu untuk Kampanye Keselamatan