Video Adu Jotos Guru dan Siswa di Jambi Jadi Sorotan
Seorang guru SMK Negeri 3 di Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, terlibat perkelahian fisik dengan sejumlah siswanya. Rekaman video insiden itu pun ramai beredar di media sosial. Tak lama setelah kejadian, Agus malah melaporkan kasus ini ke Polda Jambi dengan tuduhan penganiayaan.
Dari video berdurasi 58 detik yang viral, terlihat Agus awalnya berbicara menggunakan mikrofon. Nah, perkataan dari guru inilah yang diduga memicu kemarahan para siswa. Konon, ucapan Agus dianggap sebagai hinaan. Situasi pun memanas dengan cepat dan berujung pada adu pukul di lingkungan sekolah.
Beberapa guru lain yang melihat kejadian itu langsung turun tangan melerai. Agus kemudian dibawa masuk ke sebuah ruangan untuk meredakan keadaan. Menanggapi insiden ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi kini tengah mengumpulkan fakta dan klarifikasi.
Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, menyebut pihaknya sudah meminta penjelasan dari kepala sekolah.
"Mediasi sudah dilakukan hari ini dalam forum komunikasi tingkat kecamatan. Hadir camat, lurah, kapolsek, para siswa, dan majelis guru," jelas Harminis, Rabu (14/1).
Merespon kejadian ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa masalah tersebut telah ditangani.
"Masalah sudah diselesaikan oleh dinas pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait," kata Mu'ti.
Versi Sang Guru: Dimulai dari Teguran Tak Sopan
Agus Saputra akhirnya buka suara. Menurut penuturannya, semua ini berawal pada Selasa (13/1) pagi di tengah jam belajar. Saat sedang berjalan di depan kelas, tiba-tiba ia mendengar seorang siswa meneriakkan kata-kata tidak pantas ke arahnya.
"Dia menegur dengan cara yang tidak hormat dan tidak sopan. Meneriakkan kata yang tak pantas saat proses belajar berlangsung," ujar Agus, Kamis (15/1).
Merasa tersinggung, Agus masuk ke dalam kelas dan menanyakan siapa pelakunya. Seorang siswa pun mengaku. Namun alih-alih meminta maaf, siswa tersebut justru menantangnya. Agus mengaku refleks menampar siswa itu.
"Saya masuk, panggil siapa yang teriak. Dia langsung menantang. Akhirnya saya refleks menampar mukanya," tuturnya.
Bagi Agus, tindakannya itu adalah bentuk pendidikan moral. Tapi, reaksi sang siswa justru penuh amarah. Situasi jadi makin ricuh dan butuh mediasi dari guru lain untuk meredamnya.
Di sisi lain, beredar juga cerita dari para siswa. Mereka menyebut keributan ini dipicu karena Agus menghina salah satu murid dengan sebutan 'miskin'. Agus membantah maksud menghina. Katanya, perkataan itu disampaikan dalam konteks motivasi semata.
Dua versi ini pun masih terus digali kebenarannya. Yang jelas, insiden ini menyisakan pertanyaan besar tentang dinamika hubungan guru dan murid di sekolah tersebut.
Artikel Terkait
Mantan Suami Ditangkap Usai Diduga Bunuh Perempuan di Serpong
DKI Musnahkan 7 Ton Ikan Sapu-sapu Diduga Tercemar Logam Berat
Gejolak Selat Hormuz Perpanjang Waktu Pengiriman Bahan Baku Plastik Hingga 50 Hari
Pasar PHEV Melonjak Drastis, Dijadikan Jembatan Transisi ke Listrik