Gus Ipul Tegaskan Penerimaan Murid Sekolah Rakyat 2026 Hanya Berbasis Data DTSEN

- Senin, 13 April 2026 | 18:40 WIB
Gus Ipul Tegaskan Penerimaan Murid Sekolah Rakyat 2026 Hanya Berbasis Data DTSEN

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, memberikan penegasan penting soal penerimaan murid baru Sekolah Rakyat. Intinya, jangan harap ada pendaftaran terbuka untuk tahun ajaran 2026/2027 nanti. Mekanismenya bakal berbeda sama sekali.

Menurutnya, prosesnya akan mengandalkan penjangkauan langsung ke calon siswa. Basis datanya? Itu tuh, DTSEN Volume 2 tahun 2026. Jadi, tim khusus akan turun ke lapangan untuk menjemput bola.

“Sesuai arahan Presiden tidak boleh ada titipan. Tidak boleh ada suap menyuap. Tidak boleh ada KKN. Tapi semuanya dijangkau berbasis DTSEN,” tegas Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/4/2026).

Dia bersikeras, semua harus transparan dan akuntabel. DTSEN itulah kompas utamanya untuk menentukan siapa yang benar-benar berhak. Tanpa itu, prosesnya bisa melenceng.

Nah, siapa yang akan turun ke lapangan? Gus Ipul menyebutkan, tugas verifikasi ini diemban oleh gabungan pendamping dari Kemensos, Dinas Sosial daerah, sampai petugas BPS. Mereka punya pekerjaan rumah yang tidak mudah: memeriksa kondisi keluarga satu per satu, mengantongi persetujuan orang tua, dan memastikan calon siswa memenuhi semua kriteria yang sudah ditetapkan.

“Rekrutmen untuk anak dari keluarga yang paling tidak mampu. Keluarga yang putra-putrinya mungkin belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah,” jelasnya lagi.

Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan semua pihak yang terlibat untuk taat aturan. Arahan Presiden harus dijalankan secara konsisten, tanpa kecurangan. Untuk itu, dia justru mengajak masyarakat ikut mengawasi. Jika melihat pelanggaran, masyarakat diminta melapor melalui saluran resmi yang sudah disediakan Kemensos.

Harapannya jelas: program Sekolah Rakyat harus tepat sasaran. Sasaran itu adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ini sekaligus upaya mewujudkan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus siklus kemiskinan yang sudah berlangsung lama.

Selain soal penerimaan siswa, Gus Ipul juga menyentuh progres pembangunan. Gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah dikabarkan berjalan sesuai target. Mereka mengejar agar semua rampung pada Juli mendatang, sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru dimulai.

“Ya (pembangunan) baik sekali. Jadi meski ada dinamika-dinamika di lapangan tapi mudah-mudahan semuanya bisa diatasi dengan baik,” ucap Gus Ipul mengenai perkembangan konstruksi tersebut.

Terakhir, dia mengucapkan terima kasih. Pasalnya, pembangunan fisik sekolah ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah. Kerja sama itulah yang membuat target penyelesaian bisa tercapai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar