Machado Serahkan Nobel Perdamaiannya untuk Trump di Gedung Putih

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB
Machado Serahkan Nobel Perdamaiannya untuk Trump di Gedung Putih

Medali Nobel Perdamaian 2025 kini berada di tangan yang berbeda. Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, secara mengejutkan menyerahkan penghargaan bergengsi itu kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penyerahan dilakukan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, Kamis lalu.

Sebenarnya, niat Machado untuk mendedikasikan Nobel-nya bagi Trump sudah diungkapkan sejak beberapa bulan silam. Jadi, momen di Gedung Putih itu hanyalah penegasan dari komitmennya.

Bagi yang mengikuti dinamika politik Venezuela, nama Maria Corina Machado bukanlah hal asing. Perempuan 58 tahun ini adalah sosok vokal yang tak henti memperjuangkan hak-hak demokratis dan melawan rezim yang dianggapnya otoriter. Hidupnya tak mudah. Pada 2024, ia dilarang pengadilan Venezuela untuk maju sebagai calon presiden, menghadang langkahnya menantang Nicolas Maduro yang berkuasa sejak 2013. Ancaman itu memaksanya hidup dalam persembunyian.

Ketua Komite Nobel Norwegia, Jorgen Watne Frydnes, menyebut Machado sebagai "juara perdamaian".

"Selama setahun terakhir, Machado terpaksa hidup dalam persembunyian. Meski menghadapi ancaman serius terhadap nyawanya, ia tetap memilih untuk berada di negaranya, sebuah keputusan yang menginspirasi jutaan orang," ujar Frydnes.

Ia menambahkan, "Ketika otoritarian berkuasa, sangat penting untuk mengakui para pembela kebebasan yang berani, yang bangkit dan melawan."


Halaman:

Komentar